Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Erick Thohir Bandingkan Potensi Laut Bali dan Thailand

Erick Thohir Bandingkan Potensi Laut Bali dan Thailand
Erick Thohir meninjau Pelabuhan Benoa (IDN Times/Ayu Afria)
Share Article

Denpasar, IDN Times – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus meningkatkan potensi pariwisata laut di Provinsi Bali, terutama Pelabuhan Benoa. Menteri BUMN RI, Erick Thohir, saat meninjau Pelabuhan Benoa, Minggu (12/5/2024), menyatakan bahwa potensi laut di Bali tidak kalah dengan Thailand. Sehingga Pelabuhan Benoa disiapkan sebagai ekosistem pariwisata yang dapat menaikkan 1,5 kali lipat kunjungan turis mancanegara dari angka kunjungan saat ini. Selama tahun 2023, tercatat ada 48 kunjungan cruise dengan perkiraan melayani 77.000 penumpang. Selain itu juga untuk meningkatkan dua kali lipat kunjungan domestik.

“Kami punya komitmen. Kita harus meningkatkan yang namanya parawisata di Bali. Yang selama ini tentu lebih berfokus kepada udara, penerbangan, airport dan lain-lain. Memang ada juga jalan darat melalui feri, jalan tol dan lain-lain. Tetapi ada potensi yang sebenarnya Indonesia ini sering melupakan bahwa 70 persen wilayah kita itu laut, 30 persem darat. Kita adalah negara kepulauan terbesar di dunia,” ungkap Erick Thohir.

1.Pelabuhan Benoa difokuskan untuk mendukung pariwisata

Dermaga untuk yacht di Pelabuhan Benoa (IDN Times/Ayu Afria)
Dermaga untuk yacht di Pelabuhan Benoa (IDN Times/Ayu Afria)

Erick Thohir mengatakan, Pelabuhan Benoa saat ini difokuskan oleh pemerintah untuk mendukung pariwisata yang dapat meningkatkan pendapatan daerah 2,7 kali lipat. Ia juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan KKP(Kementerian Kelautan dan Perikanan).

Rencananya ekosistem awal di Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) akan diresmikan pada bulan September-Oktober 2024. Untuk memuluskan rencana tersebut, pihaknya terus mendorong percepatan–percepatan pembangunan. Diperkirakan akan beroperasi penuh pada tahun 2027.

“Layout di sini nanti tidak hanya untuk cruise atau kapal pesiar. Tapi juga nanti tempat ini menjadi entertainment complex. Jadi ini sebuah penggabungan yang bisa mendukung parawisata,” katanya.

2.BUMN dukung Bali bersaing dengan Thailand

BMTH di Pelabuhan Benoa (IDN Times/Ayu Afria)
BMTH di Pelabuhan Benoa (IDN Times/Ayu Afria)

Erick mengatakan, hanya dua kapal pesiar besar yang bisa bersandar di Pelabuhan Benoa. Nantinya diharapkan akan ada empat kapal pesiar besar yang bisa sandar. Begitu juga saat ini hanya 30-an yacht yang bisa ditampung oleh Pelabuhan Benoa. Namun ke depannya diharapkan mampu menampung 400 yacht.

“Ini kembali kan kita bersaing dengan Thailand. Kemarin Thailand mengumumkan Summersonic festival dan lain-lain. Ini di tempat sana (BMTH) itu bisa music festival ya. Kenapa kita kalah. Kita mesti bikin jangan kalah,” terangnya.

Sejauh ini yacht yang datang ke Bali berasal dari sekitar kawasan Asia Tenggara. Erick berharap Bali menjadi tempat singgahnya yacht dari Australia, dan Eropa. Konektivitas Bali dengan Labuan Bajo dan Raja Ampat juga akan dimaksimalkan untuk jalur yacht.

3.Pelabuhan Benoa diharapkan menjadi home port bagi cruise

Dermaga untuk yacht di Pelabuhan Benoa (IDN Times/Ayu Afria)
Dermaga untuk yacht di Pelabuhan Benoa (IDN Times/Ayu Afria)

Sementara itu Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono, menyampaikan pengerjaan utama BMTH adalah pengerukan yang akan selesai pada 9 September 2024 mendatang. Harapannya Pelabuhan Benoa akan dijadikan home port oleh kapal cruise, sehingga dapat memancing pertumbuhan ekonomi.

“Kami harapkan Benoa juga akan digunakan sebagai home port dari salah satu ship operator untuk cruise yang akan digunakan Bali sebagai home base-nya. Apabila Benoa sebagai home base-nya, tentunya dampak kepada wilayah terkait dengan kebutuhan-kebutuhan pasti akan melonjak,” ungkapnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ayu Afria Ulita Ermalia
Irma Yudistirani
Ayu Afria Ulita Ermalia
EditorAyu Afria Ulita Ermalia

Latest News Bali

See More

Update Harga Beras dan Pangan Bali 9 Juli 2026

09 Jul 2026, 12:39 WIBNews