Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Angka Penduduk Miskin di Bali Paling Rendah se-Indonesia

Angka Penduduk Miskin di Bali Paling Rendah se-Indonesia
Wisata di Bali (IDN Times/Wayan Antara)

Denpasar, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali merilis laporan Profil Kemiskinan Provinsi Bali September 2024 pada Januari 2025. Laporan tersebut membagikan perkembangan tingkat kemiskinan di Provinsi Bali. 

Persentase penduduk miskin Provinsi Bali pada September 2024 tercatat sebesar 3,80 persen. Sedangkan pada periode sebelumnya, yaitu Maret 2024, tercatat sebesar 4,00 persen. Artinya, persentase penduduk miskin di Bali turun 0,20 persen.

Sementara, jumlah penduduk miskin di Provinsi Bali September 2024 tercatat sebanyak 176.210 orang. Pada Maret 2024, tercatat sebanyak 184.430 orang. Sehingga ada penurunan penduduk miskin sebesar 8.220 ribu orang. Lantas, apa penjelasan BPS Bali terhadap angka ini? Berikut selengkapnya.

1. Ekonomi di Bali sudah mulai normal

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Bali, Ketua Tim Statistik Ketahanan Sosial, Anak Agung Gede Dirga Kardita. (IDN Times/Yuko Utami)
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Bali, Ketua Tim Statistik Ketahanan Sosial, Anak Agung Gede Dirga Kardita. (IDN Times/Yuko Utami)

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Bali, Ketua Tim Statistik Ketahanan Sosial, Anak Agung Gede Dirga Kardita, menjelaskan kondisi ekonomi di Bali sudah mulai normal.

“COVID-19 membuat penghasilan orang hilang sehingga kemiskinan naik, dan mulai turun tahun 2022. Kondisi kemarin di September 2024 hampir menyerupai September 2019 sebelum COVID,” jelas Kardita saat ditemui di Kantor BPS Provinsi Bali pada Rabu, 22 Januari 2025.

Kardita menambahkan, pulihnya kondisi ekonomi di Bali dapat diamati pada kondisi makro ekonomi Bali. Kunjungan wisatawan Bali ditopang oleh sektor penunjang, misalnya penginapan. Penginapan yang ramai ditempati wisatawan, berdampak positif terhadap pendapatan masyarakat.

“Ekonomi mulai normal, tapi pendapatan orang tidak sepulih yang dulu. Sehingga dibandingkan sebelum COVID, belum bisa persis seperti itu,” ujar Kardita.

2. Perekonomian di Provinsi Bali tumbuh 5,43 persen

ilustrasi ekonomi (unsplash.com/Markus Spiske)
ilustrasi ekonomi (unsplash.com/Markus Spiske)

Laporan yang dirilis BPS Provinsi Bali juga mencatat pertumbuhan perekonomian Bali sebesar 5,43 persen yang didorong oleh peningkatan transaksi keuangan, dan kenaikan kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Sementara jumlah wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Provinsi Bali periode Januari-November 2024 sebanyak 5.782.260 orang. Kunjungan Ini lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya pada periode bulan yang sama. 

BPS Provinsi Bali juga mencatat peningkatan jumlah pekerja terbesar, satu di antaranya ada di sektor akomodasi dan makan minum. Ini berdasarkan hasil pendataan Sakernas Agustus 2024. BPS Provinsi Bali menuliskan dalam laporannya, bahwa peningkatan jumlah pekerja ini sebagai cerminan pemulihan sektor pariwisata sebagai sektor ekonomi utama di Bali.

3. Menurunkan angka kemiskinan yang rendah butuh upaya ekstra

ilustrasi grafik finansial dalam bisnis (pixabay.com/ds_30)
ilustrasi grafik finansial dalam bisnis (pixabay.com/ds_30)

Jika dibandingkan dengan angka kemiskinan nasional sebesar 8,57 persen, angka kemiskinan di Bali lebih rendah. Meskipun ini dinilai sebagai hal positif, tetapi ada sisi lain yang diungkapkan Kardita. Misalnya, jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali ingin menurunkan angka kemiskinan di Bali yang sudah rendah, maka butuh upaya ekstra untuk menurunkan angka kemiskinan itu. Kardita berpendapat, usaha untuk menurunkan angka kemiskinan yang rendah tidak cukup dengan usaha yang sifatnya biasa saja.

“Kemiskinan di Bali sudah sangat rendah, pemerintah jika ingin menurunkan kemiskinan harus punya usaha lebih dan berbeda,” kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

TPA Suwung Dipantau Pusat, Truk Sampah Turun 50 Persen

07 Apr 2026, 19:33 WIBNews