TPA Suwung Dipantau Pusat, Truk Sampah Turun 50 Persen

- Kementerian Lingkungan Hidup memantau langsung proses penutupan TPA Suwung yang ditargetkan selesai pada 31 Juli 2026, dengan pengawasan ketat terhadap aktivitas pembuangan sampah.
- Gubernur Bali menyebut jumlah truk pengangkut sampah ke TPA Suwung menurun hingga 50 persen sejak penutupan dimulai, menunjukkan kondisi pengelolaan sampah yang lebih kondusif.
- DLHK memperketat pemeriksaan truk dan mendorong pemilahan sampah, membuat proses pengecekan lebih cepat serta koordinasi antarpetugas berjalan lancar tanpa antrean panjang.
Denpasar, IDN Times - Kementerian Lingkungan Hidup kembali memantau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung sekitar pukul 15.00 Wita, Selasa (7/4/2026). Tidak ada antrean panjang truk pengangkut sampah seperti biasanya, dan bau menyengat pun tidak tercium.
Beberapa truk berjajar rapi menunggu pengecekan yang dilakukan oleh petugas. Pengecekan ini hanya membutuhkan waktu 3 hingga 5 menit, tergantung kapasitas muatannya. Inspektur Utama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Irjenpol Winarto, saat di lokasi mengatakan penutupan TPA Suwung sedang berproses hingga 31 Juli 2026 mendatang. Sampai menunggu batas waktu itu, pihak DLHK diminta untuk tetap mengoptimalkan pengawasan terhadap sampah yang dibuang ke TPA Suwung.
"Nanti akan ada solusi lagi, treatment yang baru seperti apa, nanti kami akan diskusi. Perlu kajian lebih lanjut lagi," ungkapnya.
1. Pemerintah Provinsi Bali mengklaim terjadi penurunan truk pengangkut sampah

Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengatakan perkembangan penutupam TPA Suwung dipantau langsung oleh Pemerintah Pusat. Sampah residu yang diangkut ke TPA Suwung hingga hari ini sangat kondusif. Jumlah truk yang menuju ke TPA Suwung diakuinya sudah jauh berkurang.
Sebagai perbandingan sebelum penutupan TPA Suwung pada 1 April 2026, jumlah truk yang menuju TPA Suwung mencapai lebih dari 500 truk per hari. Setelah penutupan tersebut, diklaim berkurang jauh hingga mencapai 50 persennya.
"Jadi sudah ada kemajuan luar biasa," ungkapnya.
2. DKLH memantau ketat pemeriksaan truk yang masuk ke TPA Suwung

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (Kadis KLH) Bali, I Made Dwi Arbani, arahan mengajak masyarakat untuk memilah sampah, dan memperketat pengawasan truk masuk ke TPA Suwung. Setelah dilakukan pemilahan, muatan truk yang menuju TPA Suwung hanya setengah dari muatan biasanya. Sehingga pemeriksaan berjalan lebih cepat karena sampah telah terpilah.
"Di awal memang belum efektif, tapi sekarang teman-teman bisa lihat, sangat efektif sekali kan? Tidak ada pengantrean kan," ungkapnya.
DKLH juga menyiapkan petugas untuk pengecekan berbeda sif. Satu sesi pengecekan di satu titik dilakukan oleh enam orang selama tiga jam. Setidaknya jika dalam satu sif ada dua titik pengecekan, maka jumlah petugas yang bertugas saat itu 12 orang.
3. Petugas saling berkoordinasi saat pemeriksaan

Sementara itu, aktivitas pengecekan terpantau berjalan lancar. Beberapa petugas menggunakan tangga untuk naik menuju bak truk dan melakukan pengecekan. Jika ditemukan sampah organik, maka truk diminta memutar balik.
Pendataan dilakukan oleh dua petugas perempuan. Selanjutnya petugas di atas bak truk berkoordinasi untuk menyampaikan hasil pemeriksaan yang akan dicatatkan. Bagi truk yang lolos pemeriksaan, maka akan diberikan surat tersebut dan diperbolehkan untuk membuang sampah.
"Kami buatkan dua surat, satu untuk data kami. Satu untuk mereka," terangnya.


















