Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Terdampak Abrasi Pantai Monggalan Direlokasi Tahun Ini
Kondisi abrasi parah di Pantai Monggalan, Desa Kusamba. (Dok. IDN Times/istimewa)
  • Pemerintah Klungkung memastikan pembangunan hunian baru bagi korban abrasi Pantai Monggalan direalisasikan tahun ini setelah dialog langsung dengan warga terdampak.

  • Dari 10 KK terdampak, hanya dua keluarga setuju direlokasi ke rumah deret, enam memilih program bedah rumah, dan dua lainnya tidak mengajukan bantuan.

  • Dua unit rumah deret akan dibangun menggunakan dana BTT sekitar Rp97 juta per unit, sementara desain awal tujuh unit disesuaikan karena perubahan pilihan warga.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
awal

Seluruh warga terdampak abrasi awalnya direncanakan direlokasi ke rumah deret di Desa Sulang, dan mereka diajak meninjau langsung lokasi tersebut.

Rabu (22/4/2026)

Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, menyampaikan bahwa pemerintah menyesuaikan solusi relokasi berdasarkan kondisi masing-masing keluarga setelah berdialog dengan warga.

tahun ini

Pemerintah Kabupaten Klungkung akan membangun dua unit rumah deret bagi warga yang bersedia direlokasi menggunakan anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT), dengan pelaksanaan melibatkan Tagana.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kabupaten Klungkung akan merealisasikan pembangunan hunian baru bagi warga terdampak abrasi Pantai Monggalan, dengan dua unit rumah deret direncanakan selesai tahun ini menggunakan anggaran Bantuan Tak Terduga.
  • Who?
    Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Dinas PUPRPKP Klungkung, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta 10 kepala keluarga korban abrasi yang terdampak.
  • Where?
    Pembangunan rumah deret dilakukan di Desa Sulang, Kabupaten Klungkung, Bali, sebagai lokasi relokasi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat abrasi Pantai Monggalan.
  • When?
    Keputusan relokasi disampaikan pada Rabu, 22 April 2026, dengan target pembangunan dan realisasi anggaran dilakukan dalam tahun berjalan.
  • Why?
    Kebijakan ini diambil untuk menyediakan tempat tinggal layak bagi warga yang kehilangan rumah akibat abrasi pantai serta menyesuaikan solusi berdasarkan kondisi masing-masing keluarga terdampak.
  • How?
    Dua unit rumah deret dibangun oleh pemerintah bersama Tagana dengan biaya sekitar Rp97 juta per unit. Warga lain memilih program bedah rumah atau tidak mengajukan bantuan sesuai pilihan masing-masing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pantai di Monggalan rusak karena abrasi, jadi rumah orang-orang hilang. Ada sepuluh keluarga yang kena. Pemerintah mau bantu bikin tempat tinggal baru. Dua keluarga mau pindah ke rumah deret di Desa Sulang, enam keluarga mau bangun rumah sendiri, dan dua keluarga tidak minta bantuan. Rumahnya akan dibangun tahun ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah Pemerintah Kabupaten Klungkung menunjukkan pendekatan yang responsif dan manusiawi terhadap warga terdampak abrasi. Dengan menyesuaikan skema bantuan berdasarkan kebutuhan tiap keluarga, pemerintah tidak hanya mempercepat realisasi hunian baru, tetapi juga menghargai aspirasi warga. Keterlibatan Tagana dalam pembangunan memperlihatkan semangat kolaboratif dan kepedulian sosial yang kuat di tingkat daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Klungkung, IDN Times – Pemerintah Kabupaten Klungkung memastikan pembangunan hunian baru untuk korban abrasi segera direalisasikan. Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, menyebutkan keputusan ini diambil setelah melalui dialog langsung dengan warga terdampak.

Dalam pendataan terbaru, terdapat 10 kepala keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal akibat abrasi. Namun, skema penanganannya tidak disamaratakan karena kondisi masing-masing keluarga berbeda.

Awalnya, seluruh warga direncanakan direlokasi ke rumah deret di Desa Sulang. Untuk memastikan kesiapan, warga diajak melihat langsung lokasi dan konsep hunian tersebut. Hasilnya, respons warga cukup beragam.

"Namun, tidak semua warga memilih skema relokasi yang sama. Pemerintah pun akhirnya menyesuaikan solusi berdasarkan kondisi masing-masing keluarga," ujar Tjok Surya, Rabu (22/4/2026)

1. Tidak semua warga mau tinggal di rumah deret

Abrasi di Pantai Mongalan, Klungkung. (Dok. istimewa)

Awalnya, seluruh korban abrasi direncanakan pindah ke rumah deret di Desa Sulang. Bahkan warga sempat diajak meninjau langsung lokasi tersebut.

Dari 10 KK, hanya dua keluarga yang bersedia menempati rumah deret. Sementara 6 KK memilih program bedah rumah karena sudah punya lahan pengganti, serta 2 KK lainnya memutuskan tidak mengajukan bantuan.

2. Dua unit rumah deret siap dibangun tahun ini

Warga terdampak abrasi parah Pantai Mongalan. (Dok. istimewa)

Untuk warga yang bersedia direlokasi, pemerintah akan membangun dua unit rumah deret menggunakan anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT). Pembangunan ini akan melibatkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan estimasi biaya sekitar Rp97 juta per unit.

“Anggaran sudah kami laporkan ke Bupati dan diminta segera direalisasikan tahun ini,” ujar Tjok Surya.

3. Desain sebenarnya sudah siap sejak awal

Kondisi abrasi parah di Pantai Mongalan, Desa Kusamba. (Dok. IDN Times/istimewa)

Di sisi lain, Kepala Dinas PUPRPKP Klungkung, Made Jati Laksana, menjelaskan bahwa desain dan rencana anggaran sebenarnya sudah disiapkan. Awalnya bahkan dirancang hingga tujuh unit rumah dengan konsep seragam.

Tujuannya untuk menghindari kecemburuan sosial antarwarga. Namun karena pilihan warga berubah, jumlah pembangunan akhirnya disesuaikan.

Editorial Team