Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 17 Juni 2026, Saatnya Melukat

Hari Baik Menurut Hindu Bali 17 Juni 2026, Saatnya Melukat
Melukat di kolam suci Tirtha Empul. (IDN Times/Yuko Utami)
Intinya Sih
  • Pada 17 Juni 2026, umat Hindu Bali merayakan Galungan dengan berbagai hari baik seperti amerta danta dan amerta gati untuk melukat, tapa, serta memulai usaha.
  • Hari tersebut juga dianggap baik untuk kegiatan spiritual dan budaya seperti membangun bangunan suci, belajar menari, hingga melaksanakan upacara potong rambut.
  • Selain itu, ada hari-hari yang cocok untuk menikah, membuat alat berdagang, membuka lahan pertanian baru, serta menjalankan berbagai upacara keagamaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Selamat hari raya Galungan untuk umat Hindu di manapun kalian berada. Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali pada Rabu, 17 Juni 2026 berdasarkan Kalender Bali Digital. 

Mengawali pagi ini ada hari amerta danta yang baik untuk melakukan tapa, brata, yoga, semadi, penyucian diri atau melukat, dan segala pekerjaan. Amerta gati adalah hari baik untuk memulai suatu usaha dan bercocok tanam. Baca hari baik selengkapnya di bawah ini.

1. Baik membuat bangunan suci

Pura Luhur Candi Narmada Tanah Kilap. (IDN Times/Yuko Utami)
Pura Luhur Candi Narmada Tanah Kilap. (IDN Times/Yuko Utami)

Dewa ngelayang adalah hari baik untuk membuat bangunan suci, Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya. Bojog turun merupakan hari baik untuk menyetem gamelan.

Cintamanik adalah hari baik untuk melakukan upacara potong rambut. Dewasa ngelayang artinya baik untuk membangun rumah, membuat jukung dan sejenisnya.

Dina jaya merupakan hari baik untuk belajar menari atau pengetahuan yang lain dan mengandung unsur keunggulan. 

2. Baik untuk menikah

Ilustrasi pernikahan adat Bali (unsplash.com/bayuuwd)
Ilustrasi pernikahan adat Bali (unsplash.com/bayuuwd)

Kamajaya merupakan hari baik untuk dewasa pernikahan, membangun, membuat alat-alat perang, mulai belajar/berlatih. Gni rawana rangkep artinya baik untuk segala pekerjaan dengan api. Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah. 

Kala muncar adalah hari baik untuk membuat taji dan mengasah senjata. Salah wadi merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya.

Karnasula artinya baik untuk membuat kentongan, bajra, kendang, kroncongan (denta sapi dari kayu) dan sejenisnya. Namun, tidak baik untuk membangun rumah tempat tidur, mengadakan rapat atau pertemuan. Kala temah adalah hari yang tidak baik untuk dewasa ayu.

3. Baik membuat alat berdagang

IMG_6702.jpeg
Mural ikonik pada dinding bangunan di Jalan Gunung Kawi Denpasar. (IDN Times/Yuko Utami)

Sedana yoga adalah hari baik untuk membuat alat berdagang, tempat berdagang, dan mulai berjualan karena akan murah rejeki. Pepedan merupakan hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Subacara merupakan hari baik untuk melangsungkan segala jenis upacara, membuat program (rencana), membuat peraturan, mengangkat petugas, dan mulai berlatih/belajar. 

Uncal balung artinya tidak baik melakukan semua jenis perkerjaan yang dianggap penting. Purwanin dina adalah hari yang tidak baik sebagai dewasa ayu. Pararasan: Laku Surya, Pancasuda: Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi: Buat Suka, Pratiti: Separsa.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Bali

See More