Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

200 Juta Pengguna e-Wallet di Indonesia Didominasi Gen Z

200 Juta Pengguna e-Wallet di Indonesia Didominasi Gen Z
Dompet digital, Dana (Dok.IDN Times/screenshot)
Intinya Sih
  • Jumlah pengguna e-wallet di Indonesia mencapai 200 juta, dengan dominasi Gen Z berusia 18–30 tahun yang paling aktif menggunakan layanan digital seperti Dana.
  • Pemanfaatan dompet digital kini meluas ke kota suburban dan menjadi akses awal masyarakat terhadap layanan keuangan, mencakup pembayaran, investasi, hingga pengelolaan keuangan pribadi.
  • Dana mendorong kesadaran lingkungan lewat program Ocean Buddy yang melibatkan jutaan pengguna dalam konservasi laut serta menerapkan transaksi rendah emisi untuk mendukung keberlanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Badung, IDN Times - Tren pengguna dompet digital di Indonesia meningkat, khususnya di kalangan Gen Z. Hal tersebut disampaikan oleh Director of Communications Dana Indonesia, Olavina Harahap. Dirinya mengatakan semua rentang usia menggunakan dompet digital, namun data Dana menunjukkan overindeks pada Gen Z, yaitu rentang umur 18 sampai 30 tahun, dari jumlah pengguna yang mencapai 200 juta.

"Yang umur 18 sampai 30-an sedikit lebih banyak komposisinya dari kelompok umur yang lain gitu kan. Sama sih seperti di Bali. Tapi secara general, Indonesia pengguna dana ada di segala jenis umur," ungkapnya.

1. Penggunaan e-wallet semakin diminati di Indonesia

Memegang Handphone (freepik.com/rawpixel.com)
Memegang Handphone (freepik.com/rawpixel.com)

Olavina mengatakan, penggunaan e-wallet semakin diminati di Indonesia seiring meningkatnya transaksi cashless. Penggunaan QRIS di UMKM diperkirakan telah mencapai sekitar 40 juta, ditambah lagi dengan bertumbuhnya e-commerce.

"Penggunaan cashless itu makin makin digemari ya. Apalagi dengan adanya QRIS di Indonesia gitu kan," ungkapnya.

Namun begitu, Indonesia juga dihadapkan pada masalah literasi keuangan digital. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri. Data OJK menyebutkan angka inklusi keuangan Indonesia sekitar 80 persen. Namun, angka literasi keuangan masih di bawahnya.

Hal ini menyebabkan banyak masyarakat menjadi korban scam, apalagi pemanfaatan teknologi digital belum maksimal.

2. Pemanfaatan layanan keuangan digital tidak hanya sebatas pembayaran

Dana
Dompet digital, Dana (Dok.IDN Times/screenshot)

Pengguna Dana, ia sebut, banyak di kota-kota suburban atau kota-kota yang level 2, bukan kota besar. Hal ini dikarenakan banyak pengguna Dana juga merupakan masyarakat yang belum memiliki akses ke perbankan dan sudah memiliki akses ke perbankan, tetapi belum maksimal.

"Karena misalnya belum maksimum karena misalnya bank-nya jauh gitu kan, atau ATM jauh jadi enggak bisa, atau memang sama sekali belum punya rekening bank gitu. Biasanya mereka akan memulai dengan punya dompet digital seperti Dana itu untuk akses mereka pertama ke keuangan digital," jelasnya.

Pemanfaatan layanan keuangan digital tidak hanya sebatas pembayaran, tetapi juga dapat digunakan untuk meningkatkan financial well-being atau kesejahteraan keuangan, untuk berinvestasi, untuk memproteksi, untuk budgeting dan lain sebagainya.

3. Perusahaan teknologi ambil peran dorong kesadaran lingkungan

Pantai Kuta
Pantai Kuta 31 Desember 2025 (IDN Times/Ayu Afria)

Olavina mengatakan, setiap inovasi yang dilakukan harus berjalan beriringan dengan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga lingkungan dan masa depan bersama. Salah satunya melalui program edukasi Ocean Buddy, di mana pengguna dapat mengambil peran secara langsung dalam konservasi laut.

Ocean Buddy merupakan game interaktif di aplikasi Dana yang mendukung perlindungan hiu paus di Indonesia. Sejak diluncurkan pada Oktober tahun lalu, lebih dari 13 juta pengguna Dana telah menggunakan Ocean Buddy.

“Kami percaya teknologi memiliki peran penting dalam mendukung gaya hidup yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan," ungkapnya.

Dana juga mendukung keberlanjutan yang tercermin dalam setiap transaksi di aplikasi. Merujuk pada Sustainability Report 2024, Dana mencatat bahwa setiap transaksi di aplikasi hanya menghasilkan 0,14 gram CO₂e, atau setara sekitar 3 persen dari emisi dibandingkan dengan satu email biasa yang rata-rata menghasilkan 4 gram CO₂e.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika

Latest News Bali

See More