Abrasi Pantai Kusamba, 12 KK Kehilangan Tempat Tinggal

Klungkung, IDN Times - Terjangan abrasi di pesisir Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung menyebabkan 12 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Rumah mereka hancur diterjang ombak, hingga rata dengan tanah.
Laut yang terus menggerus daratan menyebabkan kerusakan serius pada rumah warga. Tembok jebol, atap rumah hilang tersapu ombak, hingga air laut masuk ke pekarangan rumah menjadi pemandangan yang kini dialami warga pesisir Kusamba.
Perbekel Desa Kusamba, I Nengah Semadi Adnyana, mengatakan kondisi tersebut membuat sebagian warga tidak punya pilihan selain mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Dari 12 KK yang terdampak, sekitar empat KK sudah tidak memiliki tempat tinggal asal. Mereka saat ini tinggal bersama kerabat mereka,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
1. Warga waswas setiap datang ombak besar

Kondisi ini sudah terjadi sejak tahun lalu. Namun, dalam beberapa waktu terakhir dampaknya semakin parah akibat gelombang besar yang datang bertubi-tubi. Warga diliputi rasa waswas, terutama saat air laut naik dan cuaca ekstrem melanda.
Seperti yang diungkapkan seorang wara Desa Kusamba, Ni Ketut Rai. Warungnya berada di pesisi Pantai Mongalan. Ia sudah dua kali pindah karena diterjang abrasi parah. Saat ini daratan kembali kian terkikis, dan membuat warungnya semakin dengan ombak.
"Saya sudah dua kali pindah warung, karena abrasi parah. Sekarang kian dekat. Waswas kalau ombak besar, karena semakin merusak pesisir," ungkapnya, Kamis (29/1/2026).
2. Wabup Tjok Surya cek lahan milik Pemprov Bali, mencari solusi untuk relokasi warga terdampak abrasi

Kondisi warga terdampak abrasi itu mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung. Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, turun langsung meninjau rumah-rumah warga yang berada paling dekat dengan bibir pantai, Kamis (29/1/2026).
Selain melihat langsung tingkat kerusakan, ia juga menyerahkan bantuan kebutuhan dasar seperti sembako, kasur, selimut, dan pakaian bagi warga yang terdampak.
"Kami juga meninjau lahan milik Pemprov Bali atau Pemkab Klungkung. Nanti kami rakortaskan, bagaimana pemda ambil langkah bagaimana warga terdampak, agar bisa tetap punya hunian yang layak," ungkap Tjokorda Gde Surya Putra.
3. Warga di pesisir Mongalan diminta pindah karena abrasi kian parah

Menurutnya, penanganan abrasi di wilayah tersebut tidak bisa dilakukan secara sederhana. Pemkab Klungkung sebelumnya telah mengusulkan pembangunan tanggul ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida.
Namun, berdasarkan kajian teknis, pemasangan tanggul dinilai berpotensi memindahkan dampak abrasi ke wilayah timur, sehingga warga di kawasan rawan disarankan untuk berpindah lokasi. Ia juga mengingatkan warga pesisir agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem masih kerap terjadi.
"Pemerintah desa diminta untuk mendata secara rinci warga terdampak, termasuk memastikan siapa saja yang masih memiliki tempat tinggal alternatif, dan siapa yang benar-benar membutuhkan relokasi," ungkap Tjok Surya.


















