Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Uang Ratusan Juta Mandeg, Anggota Koperasi di Tabanan Lapor ke Diskop

Uang Ratusan Juta Mandeg, Anggota Koperasi di Tabanan Lapor ke Diskop
Nasabah Koperasi Jasa Sumber Rejeki Indonesia saat mendatangi Dinas Koperasi, UMK dan Tenaga Kerja Tabanan, Senin (11/5/2026) (Dok.IDNTimes/Istimewa)
Intinya Sih
  • Nasabah Koperasi Jasa Sumber Rejeki Indonesia di Tabanan melapor ke Dinas Koperasi karena dana investasi mereka macet lebih dari setahun dengan total kerugian mencapai puluhan miliar rupiah.

  • Nasabah dijanjikan bunga hingga 5 persen per bulan, namun pembayaran berhenti dan pihak koperasi sulit dihubungi, bahkan hanya menawarkan pengembalian dana secara mencicil sekitar Rp500 ribu per bulan.

  • Dinas Koperasi Tabanan akan memanggil pengurus koperasi untuk klarifikasi dan mediasi agar menemukan solusi, sementara laporan awal diterima dari tiga orang perwakilan anggota koperasi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tabanan, IDN Times - Beberapa anggota Koperasi Jasa Sumber Rejeki Indonesia pada Senin (11/5/2025) mendatangi Dinas Koperasi UMK dan Tenaga Kerja Tabanan untuk mengadu. Mereka mengeluhkan jika dana investasi mereka yang dikucurkan ke koperasi tersebut macet lebih dari setahun.

Koperasi dilaporkan tidak mampu mengembalikan dana anggota dengan nilai bervariasi, mulai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Diperkirakan sekitar 200 anggota dengan total kerugian puluhan miliar mengalami kondisi serupa. Para anggota koperasi itu berharap, kedatangan mereka ke dinas dapat memberikan jalan agar dana mereka bisa kembali.

1. Anggota dijanjikan bunga 5 persen setiap bulan

ilustrasi bunga bank
ilustrasi bunga koperasi (freepik.com/rawpixel.com)

Para anggota menaruh dana ke Koperasi Jasa Sumber Rejeki Indonesia dengan imbalan bunga investasi hingga 5 persen per bulan, tergantung jangka waktu yang disepakati. Mereka juga merasa yakin karena adanya surat perjanjian.

Salah satu anggota koperasi, I Ketut Semiun, warga Banjar Cica, Desa Abianbase, Kecamatan Abiansemal, Badung, mengaku mulai berinvestasi sejak November 2024. Awalnya, investasi berjalan lancar. Ia menanam modal di koperasi yang berlokasi di Desa Beraban, Kecamatan Kediri ini Rp8 juta dan Rp30 juta.

"Awalnya pembayaran bunga beserta pokok yang dijanjikan berjalan lancar. Karena itu, saya tambah lagi sampai Rp100 juta. Sempat bunganya cair sekali, setelah itu macet," katanya.

Keluhan serupa disampaikan I Made Ardana asal Denpasar. Ia mengaku menanamkan dana hingga Rp285 juta dan sempat menerima pembayaran bunga selama empat bulan. Sistem yang ditawarkan dinilai meyakinkan karena disebut sesuai dengan pola perkoperasian.

Ia menyebut bunga yang dijanjikan sebesar 5 persen dari pokok investasi. Namun, setelah pembayaran macet, alasan yang diterima dari pengelola karena usaha masih beroperasi. Ardana juga menduga dana yang dihimpun dikelola di luar aktivitas koperasi.

2. Pihak koperasi sulit dihubungi

ilustrasi bunga koperasi (pixabay.com/PabitraKaity)
ilustrasi bunga koperasi (pixabay.com/PabitraKaity)

Semiun melanjutkan, dari total investasi Rp 138 juta, dana yang belum kembali mencapai Rp 109 juta. Dia mengaku dalam 16 bulan terakhir, baik pokok maupun bunga tidak lagi dibayarkan. Upaya komunikasi dengan pihak koperasi pun tidak membuahkan hasil.

“Pihak koperasi sering saya hubungi, tidak nyambung. Dicari juga ketuanya tidak pernah ada di rumah," keluhnya.

Menurutnya, koperasi sempat memberikan pembayaran bunga beberapa kali, namun kemudian berhenti total. Saat ini, pihak koperasi hanya menawarkan pengembalian dana secara mencicil sekitar Rp500 ribu per bulan.

Para anggota berharap pemerintah segera turun tangan agar dana pokok mereka bisa dikembalikan. Mereka bahkan tidak lagi menuntut bunga.

3. Dinas Koperasi, UMK dan Tenaga Kerja Tabanan akan panggil pengurus koperasi

ilustrasi bunga bank
ilustrasi bunga koperasi (freepik.com/jcomp)

Kepala Dinas Koperasi UMK dan Tenaga Kerja Tabanan, I Gede Nengah Sugiarta, menyatakan pihaknya telah menerima pengaduan dan akan segera memanggil pengurus koperasi untuk klarifikasi. Pihaknya akan bersurat dan memanggil pihak koperasi. Selanjutnya akan dilakukan fasilitasi mediasi agar ada solusi bagi kedua belah pihak.

Laporan sementara diterima dari tiga orang perwakilan anggota, namun berdasarkan grup komunikasi jumlah anggota disebut mencapai lebih dari 200 orang.

“Kami akan bergerak cepat melakukan pemanggilan agar persoalan ini tidak menimbulkan kerugian lebih besar bagi pihak lain,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Koperasi Jasa Sumber Rejeki Indonesia, I Gusti Ayu Nyoman Indrawati, belum bisa menjawab secara jelas. Ketika dikonfirmasi, dia menyebut masih ada di bank dan menyebutkan pengelola sedang berusaha melakukan pengembalian.

"Pengelola sedang berusaha untuk pengembalian karena sudah ada surat pernyataan," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Bali

See More