Alasan BKSDA Bali Izinkan Area Konservasi untuk Jalur BTR Ultra 2026

- BKSDA Bali mendukung BTR Ultra 2026 di kawasan konservasi Kintamani sebagai bentuk sport tourism yang tetap menjaga prinsip kelestarian alam dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konservasi.
- Sebagian rute lomba melewati Taman Wisata Alam Gunung Batur Bukit Payang, dengan harapan peserta tertib serta bertanggung jawab menjaga lingkungan sesuai fungsi kawasan konservasi.
- Panitia melarang penggunaan botol plastik selama lomba dan bekerja sama dengan ACS Bali Foundation untuk mengelola sampah demi mendukung pelestarian lingkungan.
Denpasar, IDN Times - Bali Trail Running (BTR) Ultra 2026 yang akan berlangsung di Kintamani Kabupaten Bangli menjadikan kawasan konservasi sebagai jalur larinya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko mengatakan, mendukung kegiatan ini sebagai upaya sport tourism yang tetap memperhatikan prinsip konservasi dan kelestarian alam. Kegiatan trail run ini diharapkan juga memiliki impact pada kesadaran masyarakat pada pentingnya konservasi dan pelestarian alam.
"Karena masyarakat yang harus mendapatkan kemanfaatan dan masyarakat yang ikut mendukung, menjaga, melestarikan kawasan konservasi. Konservasi harus menjadi agenda bersama. Kalau konservasi hanya miliknya kami, kami gagal," terangnya.
1. Kesadaran masyarakat beraktivitas di kawasan konservasi

Sebagian rute BTR Ultra 2026 berada di kawasan pengelolaan BKSDA Bali khususnya di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Batur Bukit Payang. Pada saat peserta melewati area ini diharapkan tertib, bertanggung jawab dalam menjaga area konservasi.
Langkah ini sebagai wujud BKSDA tidak hanya kekeuh dengan jargonnya berkaitan dengan konservasi, perlindungan, dan sebagainya. Akan tetapi juga memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat.
"Pariwisata menjadi sesuatu yang harus kita dukung di Bali. Kawasan konservasi, bukan hanya melarang. Kawasan konservasi sesuai dengan peruntukannya, Taman Wisata Alam bisa dimanfaatkan. Pengunjung boleh hadir, menikmati alam. Naik Gunung Batur, melihat pemandangan, danau Batur dan sebagainya," terangnya.
2. Cara meningkatkan status hutan lindung di Gunung Agung

BTR Ultra 2026 dengan jarak 100 Km juga melewati hutan lindung, yakni Gunung Agung. Kendati belum menjadi kawasan konservasi, Ratna mengatakan kegiatan ini bisa mendukung usulan untuk meningkatkan status hutan lindung di kawasan Gunung Agung sebagai kawasan konservasi Taman Nasional.
"Sayang sekali, ini hutan yang sangat bagus sekali," terangnya.
3. BTR larang peserta bawa botol plastik

Panitia mengatensi khusus soal sampah. Permasalahan sampah ini erat kaitannya dengan upaya pelestarian lingkungan.
Mereka bertugas mengelola sampah yang ditimbulkan selama kegiatan dengan menggandeng ACS Bali Foundation. Ketua BTR, I Made Budiana mengatakan, peserta lari akan membawa minum hingga makanan yang menimbulkan sampah sehingga panitia melarang mereka menggunakan botol plastik untuk wadah air minumnya.
Peserta harus membawa kembali sampahnya sendiri hingga tujuan atau di titik water station untuk membuangnya. "Kami tidak memperbolehkan mereka bawa botol minum yang nanti setelah selesai mereka buang," terangnya.









![[QUIZ] 5 Macam Panca Yama Brata, Ini Tokoh Ghost in the Cell Mirip Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_3be2c6dafebc4ec8d3bcfd8e8f762c0d_840b9682-cceb-4a5a-be86-87d10382e4ae.jpg)







![[OPINI] Memaknai Konsep Lifelong Learning di Bulan Mei](https://image.idntimes.com/post/20260506/whatsapp-image-2026-04-28-at-13_816be105-084e-4a78-8e61-dcf587817549.jpeg)