Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengeluh Vertigo, ABK Kapal Ikan Meninggal Dunia

Mengeluh Vertigo, ABK Kapal Ikan Meninggal Dunia
Evakuasi korban meninggal di kawasan Pelabuhan Benoa (Dok.IDN Times/istimewa)
Intinya Sih
  • Seorang ABK kapal KM Bandar Nelayan 31 bernama NA ditemukan meninggal di dermaga Barat Pelabuhan Benoa pada Senin pagi, setelah sebelumnya mengeluh pusing dan muntah-muntah.
  • Sebelum meninggal, korban sempat diperiksa dokter di klinik Jalan Pulau Moyo dan didiagnosis vertigo serta diberi resep obat yang sebagian belum diminum.
  • Pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan fisik pada tubuh korban, dan jenazah kini dititipkan di RSUP Prof I.G.N.G. Ngurah Denpasar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Denpasar, IDN Times - NA (41), pekerja ABK kapal KM Bandar Nelayan 31 ditemukan meninggal dunia di dermaga Barat Pelabuhan Benoa pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 09.45 Wita.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi korban sempat mengeluhkan pusing dan sempat diantar ke klinik di Jalan Pulau Moyo pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.

Dokter yang memeriksa korban kemudian memberikan resep obat. Korban diketahui muntah-muntah, Senin (11/5/2026) pagi.

Saksi hendak membawa korban ke rumah sakit, namun korban lebih dulu meninggal dunia ketika sedang menunggu mobil.

"Dilakukan pemeriksaan oleh dokter dengan hasil korban sakit Vertigo, dan diberi beberapa jenis obat," terang Gede.

Saksi lainnya mengatakan, pada Senin pagi, korban terlihat dalam kondisi seperti orang mabuk. Korban juga sempat tidur di jalan dan mulutnya mengeluarkan busa hingga tak sadarkan diri.

Kondisi korban saat ditemukan terbaring di pinggir jalan, memakai celana jins warna hitam, dan tanpa alas kaki. Di dalam tas kulit selempang warna hitam juga ditemukan beberapa jenis obat yang masih utuh, belum diminum oleh korban. Saat ini jenazah korban dititipkan ke RSUP Prof I.G.N.G NGerah Denpasar.

"Nihil ada tanda tanda kekerasan fisik," terangnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Bali

See More