Dinkes Perketat Pengawasan ke Desa Cegah Hantavirus di Klungkung

- Dinas Kesehatan Klungkung meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus, meski belum ditemukan kasus di wilayah tersebut.
- Hantavirus ditularkan melalui tikus dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius; masyarakat diimbau menjaga kebersihan serta menghindari kontak dengan kotoran tikus.
- Pengawasan dilakukan menyeluruh hingga tingkat desa dan fasilitas kesehatan, termasuk pemantauan terhadap warga yang bekerja di kapal pesiar internasional.
Klungkung, IDN Times - Dinas Kesehatan Klungkung mulai meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya sejumlah kasus Hantavirus di beberapa daerah di Indonesia. Pengawasan diperketat, mulai dari tim surveilans di lapangan hingga fasilitas kesehatan.
Kepala Dinkes Klungkung, I Gusti Ayu Ratna Dwijawati, mengatakan sampai saat ini belum ada temuan kasus hantavirus di Kabupaten Klungkung. Namun, langkah antisipasi tetap dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran penyakit tersebut.
Ratna mengatakan, tim surveilans kini aktif turun ke desa-desa hingga tingkat dusun. Mereka melakukan pemantauan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait hantavirus dan cara pencegahannya.
“Belum ada Hantavirus terdeteksi di Klungkung. Tapi surveilans kami sudah lebih aktif untuk pencegahan dan deteksi penyakit ini,” ujar Ratna, Senin (11/5/2026).
1. Pengawasan diperketat dari fasilitas kesehatan

Selain di masyarakat, pengawasan juga diperketat di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. Faskes diminta segera melaporkan jika menemukan pasien dengan gejala yang mengarah ke hantavirus.
“Kami minta faskes memperketat skrining dan segera melakukan penanganan jika ada pasien yang dicurigai mengarah ke Hantavirus,” katanya.
2. Hantavirus ditularkan melalui tikus

Menurut Ratna, Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh Orthohantavirus dan ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus.
Penyakit ini menyerang sistem pernapasan. Gejala awal biasanya berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, dan tubuh lemas. Pada kondisi berat, pasien bisa mengalami sesak napas hingga penurunan saturasi oksigen secara drastis.
Penularan dapat terjadi akibat menghirup udara yang terkontaminasi urin, feses, atau air liur tikus. Risiko juga meningkat saat membersihkan ruangan tertutup yang dipenuhi debu dan tercemar kotoran tikus.
Meski begitu, Dinkes Klungkung menyebut belum ada bukti penularan hantavirus dari tikus di Bali, khususnya Klungkung.
3. Pengawasan tidak sebatas ke PMI, tapi ke seluruh masyarakat

Dinkes Klungkung juga mewaspadai potensi penularan dari mobilitas warga yang bekerja di kapal pesiar internasional. Berkaca dari munculnya penularan kasus ini di kapal pesiar. Terlebih, cukup banyak warga Klungkung bekerja sebagai PMI di sektor tersebut.
Namun Ratna menegaskan, pengawasan tidak hanya difokuskan kepada PMI, melainkan dilakukan secara menyeluruh kepada masyarakat.
“Surveilans kami tidak spesifik pada PMI, tapi pada masyarakat secara umum,” jelasnya.
Masyarakat diimbau menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, menghindari kontak dengan tikus maupun kotorannya, serta menggunakan disinfektan saat membersihkan area berisiko.
Jika mengalami gejala setelah terpapar lingkungan yang dicurigai terkontaminasi, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.





![[QUIZ] 5 Macam Panca Yama Brata, Ini Tokoh Ghost in the Cell Mirip Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_3be2c6dafebc4ec8d3bcfd8e8f762c0d_840b9682-cceb-4a5a-be86-87d10382e4ae.jpg)







![[OPINI] Memaknai Konsep Lifelong Learning di Bulan Mei](https://image.idntimes.com/post/20260506/whatsapp-image-2026-04-28-at-13_816be105-084e-4a78-8e61-dcf587817549.jpeg)



