Eksplorasi Empat Seniman Bali di Vernal Artistic Sanur

- Pameran Vernal Artistic di Santrian Gallery, Sanur, menampilkan 23 karya dari empat seniman Bali dan berlangsung sejak 8 Mei hingga 26 Juni 2026.
- I Gede Sugiada menonjolkan perubahan gaya dengan warna-warna cerah untuk menghadirkan energi bahagia, menggantikan nuansa gelap yang dulu mendominasi karyanya.
- Kurator Made Susanta menjelaskan pameran ini sebagai simbol musim semi artistik, menandai kebangkitan ide baru para seniman dengan eksplorasi personal dan visual yang lebih segar.
Denpasar, IDN Times - Aktivitas pameran karya seni rutin digelar di Santrian Gallery, Sanur. Pada pameran bertajuk Vernal Artistic yang digelar sejak 8 Mei 2026 tersebut melibatkan empat orang seniman di antaranya Edy Asparanggi, I Gede Sugiada, IB Suryantara, dan Dewa Gd Agung. Pameran ini akan berlangsung hingga 26 Juni 2026 mendatang dengan menampilkan 23 karya.
I Gede Sugiada (39) berpenampilan sederhana dengan celana jins dan kaus berwarna gelap saat pembukaan acara. Ia mengatakan, melukis karena ingin mengganti image yang magis, emosi, ketakutan, dan amarah dengan kebahagiaan. Ia ingin lukisannya menimbulkan energi bahagia bagi siapa saja yang melihat sehingga mereka bisa berimajinasi.
Cara yang ia gunakan adalah memainkan paduan warna dengan menggunakan warna-warna dominan cerah dalam lukisannya. Setidaknya perlu waktu 5 tahun untuk menemukan konsep dan komposisi yang tepat dalam permainan warna sehingga tujuan mulianya tercapai.
Sebab sebelumnya Gede Sugiada merupakan seniman yang lebih suka bermain warna hitam dan cokelat dalam karyanya. Tepatnya setelah pandemik COVID-19, ia membulatkan tekad bermain warna hingga akhirnya karya tersebut tampil di tahun ini, 2026.
"Saya ingin ketika penikmat seni itu, ingin merasakan sebuah kebahgiaan dalam karya saya. Tidak ada lagi ketakutan di dalam karya saya," ungkap Gede Sugiada.
Para seniman mengambil jeda sejenak untuk mengeksplorasi ide karyanya

Kurator pameran, Made Susanta Dwitanaya, menjelaskan Vernal Artistic merupakan judul yang juga dimaknai sebagai musim semi artistik yang menganalogikan proses kreatif keempat seniman. Mereka sempat mengendapkan diri sejenak untuk melakukan eksplorasi, sebelum akhirnya kembali dengan gagasan-gagasan artistik yang dicapainya.
Sejumlah karya yang ditampilkan beragam menggambarkan persoalan yang menjadi inti gagasan sang seniman itu sendiri. Misalnya karya seni lukis yang berangkat dari gagasan pergulatan diri sang seniman itu sendiri, eksplorasi nilai budaya dan sosial, narasi tentang alam hingga spiritualitas.
"Seperti musim semi mereka hadir kembali dengan gagasan-gagasan yang baru, dengan artistik-artistik yang sudah bergerak dan berubah baik dari segi warna, figur maupun gagasan," terangnya.
Eksplorasi membawa gagasan karya yang lebih personal

Made Susanta menjelaskan, keempat seniman memiliki kekhasan tersendiri. Pada karya seni Edy Asparanggi menghadirkan nuansa surealistik dengan pilihan warna-warna yang hangat. Berbagai makhluk mitologi yang berakar dari kebudayaan visual Bali dieksplorasi menjadi bahasa yang lebih personal.
Kemudian I Gede Sugiada dalam karya yang dipamerkannya tampak kekhasan warna yang cenderung hangat, pengolahan bentuk serta komposisi yang dinamis.
"Sejak beberapa tahun terakhir karya-karya Sugiada memperlihatkan nuansa warna yang lebih bright," ungkapnya.
Sementara itu karya IB Suryantara kental dengan kekuatan garis dan bentuk khas seni lukis Bali, serta teknik pewarnaan sigar warna yang dieksplorasi. Beberapa figur berangkat dari eksplorasi ikonografi rupa wayang yang dihadirkan dalam narasi yang lebih personal. Nah, eksporasi visual terbaru seniman Dewa Gd Agung diungkap berangkat dari pengolahan elemen garis, lalu bergerak menuju pengolahan unsur-unsur ornamentik.
Pameran di galeri diharapkan menarik pembeli dan peminat karya seni

Tak hanya sebagai karya seni yang memberikan ruang tersendiri bagi penikmatnya. Owner Griya Santrian, Ida Bagus Gede Agung Sidharta Putra, mengatakan agenda ini memberikan warna bagi tamu hotelnya. Setidaknya sekitar 300-an orang tamu hotel berlalu lalang di galeri tersebut, sehingga pameran seni yang berlangsung di Santrian Gallery juga diharapkan berujung transaksi.
"Mudah-mudahan ada transaksi," ungkapnya.
Sebelumnya menurut Pengelola Santrian Gallery, I Made Astawa alias Dolar, dalam setahun galeri ini memfasilitasi 6 hingga 7 kali pameran. Seniman yang lolos seleksi terpilih untuk melakukan pameran di galeri tersebut, mereka hanya perlu mengirimkan proposal untuk kemudian diseleksi oleh pihak galeri.



















