- APMS Batumulapan: stok Pertamax tercatat 12.300 liter dan Pertalite 9.134 liter. Pasokan tambahan pada hari yang sama mencapai 32.000 liter Pertamax, 8.000 liter Pertalite, serta 8.000 liter Dexlite
- APMS Sental: tersedia 25.640 liter Pertamax dan 8.960 liter B40, dengan tambahan pasokan Pertamax sebesar 32.000 liter
- SPBU Banjar Nyuh: stok Pertamax mencapai 10.268 liter, Pertalite 16.797 liter, Pertadex 3.097 liter, serta Biosolar 4.812 liter. Pada hari yang sama juga terdapat tambahan suplai 10.000 liter Pertamax dan 8.000 liter Pertalite.
Sempat Ada Antrean Panjang di SPBU Nusa Penida, Stok Dipastikan Aman

- Warga Nusa Penida sempat antre panjang membeli BBM akibat isu keterlambatan distribusi, namun polisi memastikan stok dan penyaluran tetap aman.
- Kapolsek Nusa Penida mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying karena pasokan Pertamax, Pertalite, dan Dexlite masih mencukupi di seluruh SPBU.
- Bupati Klungkung menambah jam operasional SPBU hingga tengah malam serta memastikan dua kali trip kapal untuk menjaga kelancaran distribusi BBM selama musim ramai.
Klungkung, IDN Times - Kendaraan memadati sejumlah titik pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, selama dua hari sejak Selasa malam, 5 Mei 2026 sampai Rabu, 6 Mei 2026. Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan BBM, serta adanya isu keterlambatan distribusi BBM ke Nusa Penida.
Dari hasil koordinasi polisi dengan pihak SPBU, stok dan distribusi BBM ke Nusa Penida dipastikan masih aman. Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, meminta masyarakat tidak terpancing situasi dengan membeli BBM secara berlebihan. Ia menegaskan distribusi BBM tetap berjalan normal.
“Kami imbau masyarakat tetap tenang, tidak panik. Stok BBM aman dan distribusi berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
1. Masyarakat diminta tidak panic buying

Kesuma mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying membeli BBM. Menurutnya, kondisi ini berpotensi memperparah situasi di lapangan, sementara stok BBM masih normal. Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak khawatir berlebihan.
“Dengan stok yang ada, masyarakat tidak perlu panik. Yang penting tetap tertib selama proses pengisian berlangsung,” tegasnya.
2. Stok BBM dipastikan masih aman

Menurut data per Rabu (6/5/2026) menunjukkan ketersediaan BBM di Nusa Penida masih mencukupi. Sejumlah titik penyaluran bahkan mendapat tambahan pasokan dalam jumlah besar pada hari yang sama, baik untuk jenis Pertamax, Pertalite, hingga Dexlite. Hal ini menjadi indikator bahwa distribusi BBM ke wilayah kepulauan tersebut tetap berjalan normal.
3. Daftar ketersediaan BBM di sejumlah SPBU Nusa Penida pada 6 Mei 2026

Sementara itu, Bupati Klungkung, I Made Satria, menyatakan dermaga II di Pelabuhan Padangbai mengalami kerusakan. Hal ini memengaruhi distribusi logistik dan BBM ke Nusa Penida.
"Saya telah bersurat ke pihak ASDP dan pengelola pelabuhan agar tetap memberikan dua kali trip penyeberangan untuk distribusi logistik dan BBM ke Nusa Penida. Hal ini sudah disetujui," kata Made Satria, Kamis (7/5/2026).
Ia menegaskan pada Kamis (7/5/2026) ini tidak ada lagi antrean panjang warga yang membeli BBM seperti dua hari terakhir. Mei-Agustus merupakan high season di Nusa Penida. Lonjakam kendaraan juga berimbas pada antrean di sejumlah SPBU.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung berkoordinasi dengan pemilik SPBU agar menambah jam operasional. Dari yang awalnya SPBU di Nusa Penida buka dari pukul 08.00 sampai 20.00 Wita, agar diperpanjang hingga pukul 00.00 Wita.
"Ini agar warga bisa mengisi bahan bakar saat malam hari. Sehingga tidak ada antrean sampai kemacetan," jelasnya.
Ia juga meminta pihak pengelola SPBU untuk menambah pasokan BBM ke Nusa Penida selama high season. Mengingat tingginya kebutuhan BBM di kawasan pariwisata tersebut.



















