Masyarakat Tabanan Soal Pemilahan Sampah, Perlu Perubahan Pola Pikir

- Penerapan SE Bupati Tabanan tentang pengelolaan sampah berbasis sumber menuai pro dan kontra, namun warga yang sudah terbiasa memilah sampah menyambutnya positif.
- I Ketut Widastra menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dengan menyediakan tempat sampah sesuai jenis agar pemilahan lebih mudah diterapkan di rumah.
- Widastra mengolah sampah organik menjadi pupuk dan pakan maggot, sementara sampah anorganik dibawa ke bank sampah serta residu ke TPS3R untuk mendukung pengelolaan berkelanjutan.
Tabanan, IDNTimes-Penerapan Surat Edaran (SE) Bupati Tabanan Nomor 07/DLH/2026 tentang Percepatan Pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Tabanan masih menjadi pro dan kontra di tengah masyarakat. Namun bagi masyarakat yang sudah terbiasa memilah sampah, kebijakan ini mendapat sambutan positif.
Salah satunya warga Banjar Bengkel Gede, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, I Ketut Widastra. Ia menilai pengelolaan sampah harus dimulai dari perubahan pola pikir masyarakat terhadap sampah itu sendiri. "Saat ini masih banyak yang menganggap seluruh barang yang terbuang adalah sampah tanpa melihat jenis dan manfaatnya. Cara pandang ini perlu diubah agar masyarakat lebih mudah menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber," ujarnya, Senin (11/5/2026).
1. Masyarakat menyediakan tempat sampah sesuai jenis

Widastra melanjutkan, kunci dalam melakukan pemilahan sampah adalah menyediakan tempat sampah sesuai jenisnya. Konsepnya bukan lagi buang sampah pada tempatnya tetapi lebih pada buanglah sampah sesuai jenisnya.
"Saya dan keluarga sudah menerapkan ini. Membuang sampah pada tempat sampah yang sesuai jenis sampahnya. Sudah dari dulu kita sering baca atau mengucapkan ‘'buanglah sampah pada tempatnya'. Tapi tidak ada yang melakukan dengan benar karena tempat sampahnya cuma satu. Semua sampah dimasukkan ke satu tempat saja. Mestinya ada tempat sampah untuk organik, anorganik dan residu,” ujar Widastra.
2. Melakukan pemilahan sampah bukan hal yang menjijikkan jika dilakukan dari awal

Memilah sampah tidaklah sulit dan menjijikkan jika pemilahan dilakukan sejak awal. Widastra mengatakan langkah sederhana dengan menyediakan tiga tempat sampah berbeda di rumah sudah cukup membantu pengelolaan sampah dari sumbernya.
“Kalau merasa berat memilah sampah, ya siapkan minimal tiga tempat sampah berjejer dalam satu lokasi. Kemudian ajak keluarga untuk setiap membuang sampah, agar dibuang ditempat sampah sesuai jenis sampahnya. Kan jadinya tidak memilah lagi, tidak menjijikkan jadinya,” jelasnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, Widastra mengaku cukup disiplin dalam menerapkan pengelolaan sampah di lingkungan keluarga. Ia bahkan selalu mengingatkan anggota keluarganya agar memiliki kesadaran terhadap sampah yang dihasilkan masing-masing.
3. Mengolah sampah organik sendiri

Lebih lanjut, Widastra menjelaskan bahwa sebagian besar sampah yang dihasilkan di rumahnya merupakan sampah organik karena banyak terdapat tanaman di halaman rumah. Namun demikian, ia memilih tidak membawa sampah organiknya ke TPS3R di desanya karena dinilai lebih bermanfaat jika diolah sendiri.
Widastra mengolah sampah organiknya menjadi pupuk yang kemudian digunakan untuk mempupuk tanaman di kebunnya. Ia juga mengolah sampah sisa dapur rumah tangganya menjadi bahan makanan maggot. "Kalau maggotnya sudah layak panen,saya pakai pakan ternak ayam saya. Jadi sampah organik berupa dedaunan, buah-buahan dan sisa dapur itu sudah beres di rumah. Sampah plastiknya atau sampah anorganiknya saja saya bawa ke bank sampah, kemudian sampah residunya saya bawa ke TPS3R untuk selanjutnya dibawa ke TPA” ungkapnya.
Menurut Widastra, persoalan sampah memang sering dianggap sulit oleh masyarakat. Namun apabila dibiasakan dan dilakukan secara konsisten, pengelolaan sampah justru dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat.





![[QUIZ] 5 Macam Panca Yama Brata, Ini Tokoh Ghost in the Cell Mirip Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_3be2c6dafebc4ec8d3bcfd8e8f762c0d_840b9682-cceb-4a5a-be86-87d10382e4ae.jpg)







![[OPINI] Memaknai Konsep Lifelong Learning di Bulan Mei](https://image.idntimes.com/post/20260506/whatsapp-image-2026-04-28-at-13_816be105-084e-4a78-8e61-dcf587817549.jpeg)



