Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hari Baik Hindu Bali 11 Mei 2026, Saatnya Bersahabat

Hari Baik Hindu Bali 11 Mei 2026, Saatnya Bersahabat
illustrasi pertemanan pendaki (pexels.com/Stephan Seeber)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Ramalan hari baik Hindu Bali 11 Mei 2026 dimulai dengan sri bagia, menandakan waktu yang cocok untuk mempererat persahabatan dan hubungan sosial.
  • Hari tersebut tidak disarankan untuk melangsungkan pernikahan, upacara atiwa-tiwa atau ngaben, serta kegiatan pembangunan rumah karena dianggap kurang baik.
  • Sampi gumarang turun menjadi tanda hari baik untuk menanam padi dan jagung, sementara beberapa yadnya seperti Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya sebaiknya dihindari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Selamat pagi teman-teman semuanya, Semoga kabarmu baik dan sehat ya. Sebelum memulai aktivitas pada Senin ini, kamu dapat membaca berbagai ramalan hari baik. Ramalan hari baik Hindu Bali ini berdasarkan Kalender Bali Digital, diawali dengan sri bagia yakni hari yang baik untuk mulai membina persahabatan.

Bagaimana ramalan hari baik lainnya? Apakah semuanya baik atau ada yang buruk? Baca selengkapnya di bawah ini untuk ketahui ramalan lainnya.

Tidak baik melakukan pernikahan

ilustrasi menikah muda (pexels.com/Emir Kaan Okutan)
ilustrasi menikah muda (pexels.com/Emir Kaan Okutan)

Carik walangati adalah hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. Kala sor merupakan hari yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan. 

Baik menanam padi

Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami)

Sampi gumarang turun adalah hari baik untuk menanam padi, jagung, dan membangun rumah. Salah wadi adalah hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya, seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lain-lain. Termasuk tidak baik melakukan upacara Pitra Yadnya, misalnya penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan sebagainya. Pararasan: Aras Tuding, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Tininggalin Suka, Pratiti: Upadana.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More