Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tim Peneliti UNUD Nyatakan Mangrove Mati Terkontaminasi Solar

Tim Peneliti UNUD Nyatakan Mangrove Mati Terkontaminasi Solar
Kondisi Mangrove di kawasan Jalan Pelabuhan Benoa pada 25 Februari 2026 (IDN Times/Ayu Afria)
Intinya Sih
  • Tim peneliti Universitas Udayana menemukan kematian mangrove di Bali Selatan disebabkan kontaminasi bahan bakar minyak, terutama solar, berdasarkan hasil uji laboratorium dengan metode GC-MS.
  • Analisis menunjukkan sampel tanah mengandung 45 senyawa volatil, dengan 41 di antaranya berupa hidrokarbon yang umum ditemukan pada bensin, minyak tanah, dan solar.
  • Kontaminasi menyebabkan senyawa minyak terserap ke jaringan tanaman mangrove, menghambat penyerapan air dan mineral hingga akhirnya membuat tanaman mengering dan mati.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Denpasar, IDN Times - Tim Peneliti dari Rumah Sakit Pertanian Universitas Udayana yang dikoordinatori oleh Doktor Dewa Gede Wiryangga Selangga, menyatakan penyebab utama kematian Mangrove milik KSOP dan Pelindo di daerah Bali Selatan karena kontaminasi bahan bakar minyak (hidrokarbon). Kesimpulan ini berdasarkan uji sampel air, tanah, batang dan akar menggunakan analisis GC-MS atau Gas Chromatography-Mass Spectrometry. GC-MS ini merupakan metode analisis untuk mengidentifikasi dan menentukan komposisi senyawa kimia dalam sampel terutama senyawa volatil atau semi-volatil.

"GC-MS sering digunakan untuk mengidentifikasi senyawa hidrokarbon (minyak bumi), analisis pencemaran lingkungan, analisis obat dan bahan kimia. Pengujian GC-MS telah dilakukan pada tanggal 24-26 Februari 2026 dan telah diperoleh hasilnya," ungkapnya pada Kamis (26/2/2026).

1. Sampel air nihil kontaminasi senyawa berbahaya

Ilustrasi Pengujian di Laboratorium
Ilustrasi Pengujian di Laboratorium. (Foto/istockphoto)

Doktor Dewa Gede Wiryangga Selangga menjelaskan, hasil dari analisis GC-MS pada sampel air, hanya ditemukan 1 senyawa yang terdeteksi dari golongan hidrokarbon, yaitu squalene. Senyawa ini termasuk dalam senyawa organik yang umumnya ditemukan pada hati ikan hiu, beberapa alga, dan mikroorganisme (Escherichia coli).

"Sehingga tidak ditemukan senyawa pencemar hidrokarbon pada sampel air yang diuji," ungkapnya.

2. Sampel tanah terdeteksi mengandung banyak senyawa berbahaya bagi tanaman

Mangrove
Ilustrasi pipa BBM di kawasan Mangrove (IDN Times/Ayu Afria)

Sedangkan berdasarkan hasil analisis GC-MS pada sampel tanah, ditemukan 45 senyawa volatil. Dari 45 senyawa, 41 di antaranya merupakan senyawa hidrokarbon. Senyawa hidrokarbon yang terdeteksi sebagian besar ditemukan pada bahan bakar, seperti gasoline (bensin), kerosene (minyak tanah), dan diesel (solar). Senyawa yang banyak terdeteksi dengan nilai persentase diatas 5% yaitu n-Hexadecane (5.799%), n-Heptadecane (7.651%), Pentadecane, 2,6,10-trimethyl (7.277%), Pentadecane, 2,6,10,14-tetramethyl (8.677)%, dan n-Eicosane (5.421%).

"Senyawa hidrokarbon yang terdeteksi pada sampel tanah mangrove didominasi oleh senyawa hidrokarbon dengan rentang atom C15-C24 yang mengarah kuat ke kontaminasi diesel (solar). Sehingga, berdasarkan hasil analisis GC-MS dapat disimpulkan bahwa sampel tanah mangrove positif tercemar oleh limbah minyak bumi, terutama diesel (solar)," jelasnya.

3. Akibat senyawa minyak diserap tanaman

Pertamina
Pengecekan Mangrove oleh Pertamina (Dok.IDN Times/istimewa)

Pada sampel air tidak ditemukan senyawa hidrokarbon karena sudah dilakukan clean-up, sehingga kontaminasi minyak berpindah ke daerah laut. Sedangkan pada sampel minyak, sebagian besar senyawa terdeteksi merupakan senyawa hidrokarbon yang ditemukan pada bahan bakar.

Senyawa ini mengendap dan terakumulasi di tanah sehingga tanaman mangrove kesulitan untuk menyerap air dan mineral lainnya. Akibatnya, lama-kelamaan minyak akan diserap oleh tanaman dan masuk ke jaringan kambium, sel tanaman menjadi rusak, daun menguning, gugur, tanaman menjadi kering, dan mati.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest News Bali

See More