SMC Luncurkan Layanan Exo-TMS untuk Kesehatan Otak

- SMC Denpasar memperkenalkan layanan Exo-TMS, teknologi neuromodulasi noninvasif berbasis medan magnet untuk mengoptimalkan fungsi otak dan mendukung keseimbangan mental masyarakat modern.
- Prosedur Exo-TMS dilakukan dengan evaluasi kondisi kepala pasien, pemeriksaan kontraindikasi logam, lalu stimulasi area otak target selama sekitar 24 menit tanpa masa pemulihan panjang.
- Konsep Brain Wellness ditekankan sebagai upaya menjaga kesehatan otak sebelum muncul gangguan serius, menyoroti pentingnya perawatan otak di tengah gaya hidup cepat dan penuh tekanan.
Denpasar, IDN Times - Pengaruh dan eksposur dunia digital serta tuntutan pekerjaan sangat dirasakan. Seseorang bisa mudah lelah, namun bukan depresi; susah fokus, namun bukan ADHD.
Situasi yang banyak dialami setiap orang ini, diungkapkan Konsultan Psikiater, Sudirman Medical Centre (SMC) Denpasar, dr. I Gusti Rai Putra Wiguna. Dirinya berujar, kesehatan mental masa depan tidak hanya berbicara tentang mengobati gangguan, tetapi juga menjaga fungsi otak agar tetap optimal.
Konsep Mental Wellness Spa, menjadi sebuah pendekatan baru yang memandang kesehatan mental sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan perawatan diri yang modern. Konsep ini menekankan bahwa menjaga kesehatan otak sama pentingnya dengan menjaga kebugaran fisik, nutrisi, dan kualitas tidur.
"Sebenarnya otak kita tidak tercipta untuk itu. Jadi, ya, awalnya bisa dilakukan dengan Exo-TMS (Exomind Transcranial Magnetic Stimulation). Jadi, untuk mental wellness saja. Justru sebelum mengalami gangguan-gangguan tadi, gitu," terangnya.
1. Stimulasi pengotimalan otak dengan medan magnet

Layanan Exo-TMS (Exomind Transcranial Magnetic Stimulation) merupakan layanan kesehatan berbasis neuroscience yang diklaim satu-satunya di Bali, SMC. Exo-TMS ini merupakan sebuah teknologi neuromodulasi modern yang dirancang untuk mendukung kesehatan otak, keseimbangan mental, dan kualitas hidup masyarakat modern.
Exo-TMS merupakan teknologi noninvasif yang menggunakan stimulasi magnetik terarah untuk membantu mengoptimalkan aktivitas jaringan otak tertentu, khususnya area yang berperan dalam fokus, regulasi emosi, pengambilan keputusan, dan ketahanan terhadap stres.
"Cara kerja alat tersebut memang menstimulasi otak. Banyak keadaan-keadaan yang berhubungan dengan kesehatan mental itu dipengaruhi oleh aktivitas otak, yang paling berperan itu adalah di bagian depan otak atau yang namanya DLPFC, Dorsolateral Prefrontal Cortex. Nah, selama ini kekurangan-kekurangan itu ditambahkan dari luar, baik misalnya dari aktivitas, kemudian dari obat dan sebagainya," ungkapnya.
"Ini adalah stimulasi atau merangsang dengan medan magnet yang terkuantifikasi besarannya berapa secara kontinu, dan melihat keadaan otaknya. Jadi yang distimulasi adalah bagian CEO otaknya. Jadi, kita harapkan dengan itu fungsi-fungsi dari otak itu berkembang lebih baik. Misalnya, kualitas tidur, kemudian mood, ketahanan terhadap stres, dan juga, misalnya, kestabilan mood, lanjutnya.
2. Pasien akan dievaluasi kondisi kepalanya

Untuk keperluan mental wellness, misalnya, burnout dan kualitas tidur tidak terlalu baik. Pasien hanya perlu mendatangi klinik SMC.
Di lokasi pasien akan mengisi screen tool, untuk kemudian memudahkan mengevaluasi perbaikan setelah terapi. Kemudian, teknisi melakukan beberapa kontraindikasi, artinya kalau pasien memasang alat pacu jantung, pakai metal, dan lain sebagainya.
Setelah itu, pasien akan duduk pasif atau berbaring untuk dicari motor threshold. Kemudian alat akan dipindahkan ke area target dan dihidupkan. Setidaknya memerlukan waktu 24 menit, pasien diperbolehkan pulang dan beraktivitas kembali.
"Karena ini kan elektromagnet, ya, jangan sampai ada besi atau baja yang tertanam di kepala, misalnya. Jadi perhiasan yang dari logam juga ya perlu dilepas," terangnya.
3. Masyarakat cenderung abaikan kesehatan otak

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia menghadapi peningkatan signifikan dalam tingkat stres, burnout, gangguan tidur, kelelahan mental, serta penurunan fokus akibat gaya hidup modern yang semakin cepat dan penuh tekanan.
Di tengah tantangan tersebut, muncul kebutuhan akan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga pada pemeliharaan dan optimalisasi fungsi otak.
Menurutnya, kesehatan mental masa depan tidak hanya berbicara tentang mengobati gangguan, tetapi juga menjaga fungsi otak agar tetap optimal. Seseorang memerlukan konsep Brain Wellness, yaitu merawat otak sebelum terjadi kelelahan yang lebih berat.
"Kita hidup di era di mana tubuh sering dirawat, tetapi otak sering diabaikan. Padahal otak adalah pusat dari seluruh pengalaman manusia—bagaimana kita berpikir, merasakan, bekerja, mencintai, dan menjalani hidup," ungkapnya.






![[QUIZ] 3 Sifat Triguna, Kamu Mirip Tokoh Ini di Drakor Teach You A Lesson](https://image.idntimes.com/post/20260607/hhrbvyexcaaattt_7db46706-d928-4378-a4a1-24654cab8dda.jpg)





![[QUIZ] Tipe-Tipe Liburan di Bali, Ini Karakter Upin Ipin Mirip Kamu](https://image.idntimes.com/post/20250506/1000008112-a9936ff4ece60dc64a0fc7d3e0c841a5.png)



