Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Polisi Lacak Misteri Hilangnya 3 Mahkota Sulinggih di Karangasem

Polisi Lacak Misteri Hilangnya 3 Mahkota Sulinggih di Karangasem
Jajaran Polsek Bebandem saat memberikan himbauan keamanan ke sejumlah Griya di Desa Budakeling. (Dok. IDN Times/Istimewa)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif

  • Tiga griya di Desa Budakeling, Karangasem, kehilangan mahkota sulinggih dan benda sakral berbahan emas dengan total kerugian sekitar Rp500 juta.
  • Polisi menduga ketiga pencurian saling berkaitan karena terjadi hampir bersamaan, di wilayah yang sama, dan melibatkan jenis barang serupa.
  • Tim gabungan Reskrim dan Intelkam Polsek Bebandem dibentuk untuk menyelidiki kasus ini, mengumpulkan bukti, serta menelusuri kemungkinan jalur pelarian pelaku.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Karangasem, IDN Times Bali Warga Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem resah. Sebanyak tiga griya di Banjar Dinas Triwangsa menjadi sasaran pencurian benda-benda sakral.

Dalam rentang waktu yang hampir bersamaan, sejumlah ketu (mahkota sulinggih/pendeta) dan perlengkapan puja berbahan emas, dari tempat penyimpanannya.

Polisi menduga ketiga kasus tersebut memiliki keterkaitan karena terjadi di wilayah yang sama, dengan jenis barang yang hilang serupa.

Kasi Humas Polres Karangasem, Ipda I Nengah Artono, mengatakan laporan pertama diterima dari Griya Dauh milik Ida Pedanda Istri Ketut Jelantik. Korban mengetahui sejumlah perlengkapan puja dan perhiasan emas telah hilang pada Jumat (5/6/2026) pagi.

Sebelumnya, barang-barang tersebut masih berada di tempat penyimpanan. Namun saat korban meninggalkan kamar untuk mencari bunga, pelaku diduga masuk dan membawa kabur sejumlah benda sakral.

"Barang yang hilang meliputi ketu, bros padma, genitri, bahu raksa, hingga perlengkapan prebawa puja lainnya. Kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta," ungkap Artono, Senin (8/6/2026).

1. Dua griya lain menyadari kehilangan setelah mendengar kabar pencurian

Jajaran Polsek Bebandem saat memberikan himbauan keamanan ke sejumlah Griya di Desa Budakeling. (Dok. IDN Times/Istimewa)
Jajaran Polsek Bebandem saat memberikan himbauan keamanan ke sejumlah Griya di Desa Budakeling. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Setelah informasi pencurian di Griya Dauh menyebar, keluarga di Griya Demung melakukan pengecekan terhadap benda-benda sakral yang mereka simpan. Hasilnya, sebuah ketu (mahkota sakral) yang berada di dalam kamar juga diketahui hilang.

Polisi menemukan indikasi kerusakan pada tali pengikat wadah penyimpanan. Nilai kerugian dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp200 juta.

Kasus serupa kemudian terungkap di Griya Kawan. Keluarga awalnya mengira ketu yang tidak berada di tempat penyimpanan masih dibawa untuk diperbaiki. Namun setelah menghubungi tukang servis, diketahui benda tersebut telah lama dikembalikan ke griya. Dari situ muncul dugaan mahkota sakral juga dicuri. Kerugian yang dialami ditaksir sekitar Rp150 juta.

2. Polisi dalami kemungkinan keterkaitan tiga TKP

Jajaran Polsek Bebandem saat memberikan himbauan keamanan ke sejumlah Griya di Desa Budakeling. (Dok. IDN Times/Istimewa)
Jajaran Polsek Bebandem saat memberikan himbauan keamanan ke sejumlah Griya di Desa Budakeling. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Menurut Artono, penyidik saat ini masih mendalami hubungan antara ketiga lokasi kejadian. Selain memiliki jenis barang yang sama, ketiga kasus juga terjadi dalam waktu yang berdekatan.

"Dugaan sementara ada keterkaitan karena lokasi, jenis barang yang hilang, dan waktu kejadian yang hampir bersamaan," ujarnya.

Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diduga memanfaatkan kondisi rumah yang sepi. Di salah satu lokasi, pelaku diduga masuk melalui kamar yang tidak terkunci. Sementara di lokasi lain ditemukan tanda-tanda perusakan pada tempat penyimpanan benda sakral.

3. Polisi bentuk tim gabungan

Ilustrasi pencurian. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi pencurian. (IDN Times/Mardya Shakti)

Polisi telah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti. Tim gabungan Reskrim dan Intelkam Polsek Bebandem diterjunkan untuk memburu pelaku serta menelusuri kemungkinan jalur pelarian.

Total kerugian dari tiga kasus pencurian tersebut diperkirakan mencapai Rp500 juta. Hingga kini, identitas pelaku maupun motif pencurian masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

"Kepolisian telah membentuk tim Gmgabungan Reskrim dan Intelkam Polsek Bebandem untuk melakukan penyelidikan intensif, penyisiran jalur pelarian pelaku, serta berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Karangasem untuk penyelidikan," ungkap Artono.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Bali

See More