Terapi Exo-TMS Bisa Hapus Kecanduan Judi Online, Ini Penjelasan Dokter

- Layanan Exo-TMS di Sudirman Medical Centre Denpasar terbukti efektif membantu dua dari delapan pasien mengurangi kecanduan judi online melalui stimulasi otak berbasis teknologi rTMS.
- dr. I Gusti Rai Putra Wiguna menjelaskan bahwa kecanduan judi online tergolong gangguan otak dengan kode diagnosis gambling disorder yang tidak bisa sembuh sendiri dan lebih sulit ditangani dibanding narkoba.
- Terapi Exo-TMS dilakukan 20–30 kali setelah memicu craving berjudi, bertujuan menyeimbangkan zat kimia otak agar keinginan bermain berkurang, sementara rehabilitasi tanpa stimulasi berisiko tinggi kambuh.
Denpasar, IDN Times - Konsultan Psikiater Sudirman Medical Centre (SMC) Denpasar, dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, mengatakan layanan Exo-TMS (Exomind Transcranial Magnetic Stimulation) efektif membantu menangani kecanduan judi. Pernyataan itu disampaikan berdasarkan penanganan yang dilakukan terhadap dua pecandu judi dari total delapan pasien yang menjalani terapi menggunakan teknologi tersebut.
Menurut Rai Putra Wiguna, teknologi Exo-TMS berbasis Repetitive Transcranial Magnetic Stimulation (rTMS). Berdasarkan hasil meta-analisis, penggunaan rTMS dengan protokol tertentu dapat membantu mengurangi keinginan untuk berjudi secara online.
"Jadi untuk kemudian tidak kangen lagi untuk main dan sebagainya. Jadi, kestabilan mood-nya lebih baik. Berkurang impulsivitasnya, gitu. Itu perlu dilakukan 20 sampai 30 kali. Protokolnya itu spesifik sekali, ya. Jadi, 120% dari motor threshold dilakukan di bagian depan kiri," ungkapnya Senin (8/6/2026).
Kecanduan judi online diungkapnya merupakan gangguan otak

Rai Putra Wiguna menjelaskan, kecanduan judi online merupakan gangguan otak yang memiliki kode diagnosis tersendiri, yakni gambling disorder. Menurutnya, gangguan tersebut tidak dapat sembuh dengan sendirinya.
Ia mengatakan perubahan keseimbangan otak tidak hanya disebabkan oleh zat adiktif seperti narkotika. Perilaku yang dilakukan berulang kali, termasuk judi online, juga dapat memengaruhi keseimbangan otak, terlebih karena sistemnya dirancang untuk memicu kecanduan.
"Itu enggak bisa sembuh-sembuh sendiri, tinggal dihalangi. Bahkan bagi saya sebagai klinisi ya itu lebih sulit menterapi kecanduan judi daripada misalnya kecanduan narkoba," terang Rai.
Penanganan pecandu judi online memerlukan trik

Rai Putra Wiguna menjelaskan, terapi tersebut bertujuan menstimulasi otak agar menghasilkan zat kimia dalam kadar yang lebih seimbang. Dengan demikian, pecandu judi tidak lagi merasakan kenyamanan atau kenikmatan yang sama saat berjudi.
Sebelum menjalani terapi, pasien terlebih dahulu diberikan rangsangan untuk memicu craving atau keinginan berjudi. Rangsangan itu dapat berupa video permainan judi, foto, hingga aplikasi judi online. Setelah keinginan berjudi muncul, pasien kemudian menjalani terapi Exo-TMS.
"Nah, itu 20 seri, dia akan mampu menurunkan. Karena saat ini sulit," ucapnya.
Rehabilitasi juga menjadi pilihan tapi berisiko kambuh

Rai Putra Wiguna mengatakan layanan rehabilitasi bagi pecandu judi juga tersedia di BMHC, Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Program rehabilitasi tersebut berlangsung selama 28 hari.
Menurutnya, tanpa stimulasi otak, rata-rata peserta rehabilitasi kembali bermain judi dalam kurun waktu tiga bulan. Namun, tingkat kekambuhan juga dipengaruhi oleh karakteristik masing-masing individu.
Ia menjelaskan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan tingkat impulsivitas tinggi lebih rentan kembali berjudi. Selain itu, seseorang yang memiliki memori atau pengalaman melihat orang tuanya berjudi juga berisiko lebih mudah kambuh.
"Targetnya adalah craving-nya berkurang. Stabilitas mood-nya lebih baik dan tidak mudah bermain kembali," ungkapnya.







![[QUIZ] 3 Sifat Triguna, Kamu Mirip Tokoh Ini di Drakor Teach You A Lesson](https://image.idntimes.com/post/20260607/hhrbvyexcaaattt_7db46706-d928-4378-a4a1-24654cab8dda.jpg)





![[QUIZ] Tipe-Tipe Liburan di Bali, Ini Karakter Upin Ipin Mirip Kamu](https://image.idntimes.com/post/20250506/1000008112-a9936ff4ece60dc64a0fc7d3e0c841a5.png)



