Badung, IDN Times - Bau dupa semerbak di salah satu sudut ruangan bangunan di Jalan Kayu Sugih Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (23/5/2026) malam. Beberapa warga perantau berdatangan silih berganti.
Ada yang dari Kabupaten Gianyar, Kabupaten Tabanan dan wilayah Bali lainnya. Mereka kemudian duduk melingkar mengikuti rangkaian acara.
Di tengah-tengah kerumunan tersebut tersuguhkan nasi tumpeng dan beragam jajajan tradisional lainnya seperti kacang rebus, ubi rebus, dan jajanan pasar. Pertemuan Bolo Reog Dewata tersebut dibuka oleh Hartoyo Hardjo Soewito atau Yoyok Harness menggunakan bahasa Jawa halus, dan dilanjutkan lagu Indonesia Raya. Mereka kemudian makan bersama sebelum melanjutkan pertunjukan Reog Ponorogo sekitar pukul 20.40 Wita hingga pukul 22.47 Wita.
"Seni Reog ini lebih diharapkan untuk tetap menjaga pakem karena dari pakem tersebut ada simbol-simbol, filosofi dan syiar-syiar ajaran keleluhuran dari nenek moyang kami yang perlu ditransfer ke generasi berikutnya," ujar Hardjo.
