Tabanan, IDN Times - Permintaan inseminasi buatan (IB) untuk ternak babi di Kabupaten Tabanan mengalami peningkatan. Namun permintaan tinggi ini ternyata tidak diiringi ketersediaan sperma babi yang diperlukan untuk IB.
Menurut Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, drh. I Gede Eka Parta Ariana, produksi sperma dari UPTD Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) Provinsi Bali terbatas. Selain itu, distribusi yang belum merata dan belum memenuhi kebutuhan juga menjadi salah satu kendala.
Hal ini membuat sebagian peternak di Tabanan harus menunggu atau bahkan beralih ke cara lain. Seperti salah satu peternak babi di Tabanan yang memproses sendiri produk sperma babi dalam memenuhi kebutuhan IB pada ternak babinya.
