Hari Baik Menurut Hindu Bali 23 Mei 2026, Saatnya Melukat

- Kalender Bali Digital mencatat 23 Mei 2026 sebagai hari baik amerta danta untuk melukat, tapa, brata, yoga, semadi, dan berbagai kegiatan penyucian diri.
- Beberapa hari baik lainnya termasuk dina jaya untuk belajar menari serta kala geger yang cocok membuat alat musik dan penangkap ikan.
- Pepedan disebut hari baik membuka lahan pertanian baru, sementara beberapa hari lain seperti rangda tiga tidak disarankan untuk upacara pernikahan.
Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali berdasarkan Kalender Bali Digital pada Sabtu, 23 Mei 2026. Mengawali pagi ini ada ramalan hari baik amerta danta yakni hari baik untuk melakukan tapa, brata, yoga, semadi, penyucian diri atau melukat, dan segala pekerjaan.
Amerta gati adalah hari baik untuk memulai suatu usaha dan bercocok tanam. Banyu urug merupakan hari baik untuk membuat bendungan. Namun, tidak baik untuk membuat sumur. Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.
1. Baik untuk belajar menari

Dina jaya merupakan hari baik untuk belajar menari atau pengetahuan lain dan mengandung unsur keunggulan. Carik walangati adalah hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. Kala bancaran adalah hari baik untuk membuat senjata, taji, dan pengiris (pisau besar untuk mengiris atau untuk mengadap nira).
2. Baik membuat alat penangkap ikan

Kala geger adalah hari baik untuk membuat alat-alat penangkap ikan, membuat kentongan, cagcag (perkakas tenun), kroncongan (genta sampi dari kayu), genta (bajra), kendang (bedug), gambelan, dan alat bunyi-bunyian lainnya.
Kala matampak artinya baik untuk menanam segala sesuatu (bercocok tanam). Kala sarang adalah hari yang mengandung sifat boros, sehingga tidak baik untuk berbelanja. Kala tampak adalah hari yang tidak baik untuk dewasa nikah atau perkawinan.
3. Baik membuka lahan pertanian baru

Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Purwanin dina merupakan hari yang tidak baik sebagai dewasa ayu.
Rangda tiga artinya tidak baik melakukan upacara pawiwahan atau perkawinan. Sri tumpuk adalah hari baik untuk mencari burung atau mepikat. Pararasan: Laku Bumi, Pancasuda: Tunggak Semi, Ekajalaresi: Werdi Putra, Pratiti: Awidya.



















