BPBD Tabanan Latih Desa Pesisir Hadapi Ancaman Tsunami

- BPBD Tabanan melatih 12 desa pesisir menjadi desa tangguh bencana dengan fokus pada mitigasi risiko tsunami dan banjir rob.
- Pelatihan berlangsung empat hari mencakup edukasi, sosialisasi tanda bahaya, simulasi evakuasi, serta pembentukan lima relawan kebencanaan di tiap desa.
- BPBD juga mengimbau warga menjaga lingkungan dengan tidak menebang pohon dan mendorong petani menanam palawija untuk menghadapi potensi kekeringan.
Tabanan, IDN Times - Desa tangguh bencana di Kabupaten Tabanan berfokus pada kawasan rawan tsunami di pesisir. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, mengatakan pelatihan desa tanggung bencana telah terlaksana di 12 desa kawasan pesisir.
“Kita untuk tangguh bencana ini ee di pesisir ini sudah semua yang yang kita anggap rawan itu kan daerah pesisir, di sana ada apa banjir rob, tsunami itu,” papar Giri saat ditemui IDN Times di Kantor BPBD Tabanan, pada Rabu (1/4/2026).
Ada 12 desa tangguh bencana di kawasan pesisir Tabanan

Desa tangguh bencana di Tabanan berfokus ke wilayah pesisir. Kawasan itu seperti Beraban, Kediri, Kedungu, Pangkung Tibah, Bengkel, Kelating, Sudimara, Surabrata, Selabih, dan sebagainya.
Desa-desa itu telah mendapatkan sosialisasi cara mitigasi awal, seperti penyelamatan hingga simulasi, selama empat hari. Hari terakhir melakukan simulasi jika bencana terjadi. Selama tiga hari itu, peserta desa tangguh bencana mendapatkan edukasi dan pelatihan kebencanaan di pesisir.
Potensi gempa dan tsunami

Selain potensi tsunami, Giri mengatakan kawasan pesisir juga rawan gempa bumi. Setelah gempa bumi, potensi tsunami menyertai. Sehingga sosialisasi langkah-langkah yang harus dilakukan dan tanda-tanda kebencanaan itu penting dilakukan.
“Artinya masyarakat itu sudah paham akan bencana. Ancaman yang di sana dan paham apa yang harus mereka lakukan gitu,” imbuh Giri.
Sosialisasi dan simulasi desa tangguh bencana di Tabanan juga memuat sosialisasi lokasi evakuasi. Setiap desa telah memiliki relawan kebencanaan sebanyak 5 orang. Kelima orang ini bertugas membagikan sosialisasi dan pelatihan selama empat hari itu.
BPBD Tabanan imbau jangan tebang pohon

Selain desa tangguh bencana di kawasan pesisir Tabanan, Giri juga mengimbau potensi dan waspada kekeringan ke depan. Ia menekankan agar tidak menebang pohon, sebab pohon berfungsi sebagai sarana penyimpanan air tanah.
“Supaya pohon-pohon itu tidak dilakukan penebangan agar ada resapan air,” kata dia.
Selain itu, petani juga memulai pergantian jenis tanaman ke palawija, dapat membantu agar tanah tidak terbelah parah akibat kekeringan.


















