Pasca Longsor, BPBD Bangli Nilai Jalan Bukit Abang Tak Layak Dilewati

Bangli, IDN Times - Tuntas sudah proses evakuasi material longsor yang menutupi akses jalan di tebing Bukit Abang, kawasan Desa Abang Batudinding, Kecamatan Kintamani, Bangli, Senin (21/1) kemarin.
Hanya saja mengingat cuaca yang hujan terus-menerus, maka baru kendaraan roda dua saja yang diizinkan lewat. Sementara untuk kendaraan roda empat masih belum diperkenankan hingga saat ini, Selasa (22/1) pagi.
"Untuk jalurnya sudah selesai. intinya akses jalan mobil dan motor sudah bisa lewat. Mengingat masih becek akibat pergeseran material, mobil belum bisa kita izinkan lewat namun sepeda motor sudah," kata Kepala BPBD Bangli, I Wayan Karmawan, Selasa (22/1) pagi.
1. Baru roda dua yang boleh lewat

Karmawan menjelaskan, pihaknya masih terus memantau kondisi jalan yang sempat putus tersebut. Di lokasi juga diberikan peringatan dan imbauan kepada warga yang hendak melintas supaya berhati-hati.
"Kalau aktivitas sudah normal, kalau tanah masih becek masyarakat yang bawa mobil harus hati-hati. Kami akan cek kondisi terakhir di lapangan mengingat jakannya licin untuk sementara mobil tak diperkenankan. Ini untuk keselamtan saja," ucapnya.
2. Ini penyebab longsornya

Longsoran tersebut mengakibatkan akses jalan tertutup hingga sepanjang sekitar 15 meter. Sehingga evakuasinya membutuhkan banyak alat berat yang dibantu oleh BPBD Provinsi Bali dan Dinas PUPR Bali.
"Evakuasi kemarin kami kerja dalam kondisi hujan dan di bawah longsoran sehingga was-was ditakutkan ada longsor susulan. Saat hujan kami hentikan evakuasi ditakutkan. Ini masih syukur. Kita prediksi 1 minggu, namun bisa diselesaikan dalam 3 hari," terangnya.
Ia menuturkan, penyebab longsor diperkirakan karena efek dari gempa Lombok beberapa bulan yang lalu. Gempa tersebut mengakibatkan pergeseran tanah dan bebatuan di atas tebing. Juga dipengaruhi oleh kebakaran hutan saat musim kemarau lalu. Sehingga saat hujan turun, air memasuki celah-celah tanah yang menyebabkan longsor.
"Untuk tebingnya, jalannya dibuat di pinggir tebing karena tak ada akses jalan lain ke Desa Terunyan," katanya.
3. Lokasi jalan memang kurang layak

Karmawan lalu menjelaskan hasil evaluasi dari BPBD, bahwa jalan tersebut memang kurang layak untuk dilewati karena berada di atas tebing yang rawan longsor. Karena itu pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak PUPR Kabupaten Bangli supaya membuat kajian mengenai kondisi jalan ini.
Hasil kajian tersebut bisa menggeser jalan ataupun memperlebar luasnya. Hanya saja masih dibutuhkan waktu untuk hasil kajiannya.
"Untuk keselamatan dan layaknya memang kurang layak. Mudah-mudahan kajiannya bisa segera dibuat, apakah langkahnya nanti akan menggeser jalan atau bagaimana, atau bisa diperlebar sedikit. Pasalnya, untuk tebing memang rawan longsor," ucapnya.
Ditanya apakah ada rencana untuk menutu akses jalan, ia mengatakan tidak bisa dilakukan. Sebab jalan tersebut merupakan akses satu-satunya jalan penghubung desa-desa Lintang Danu yakni Desa Kedisan, Desa Buahan, Desa Abang Batudinding, dan Desa Trunyan.
"Karena satu-satunya akses, kita tidak bisa menutup. Cuma kami mengingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terutama di musim hujan. Dulu warga di sini kan aksesnya melalui danau saja," pungkasnya.



















