Denpasar, IDN Times - Rentetan kasus kejahatan di Bali membuat Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia menyatakan kewaspadaan bagi warga Korea Selatan yang berkunjung ke Bali. Peringatan liburan ke Bali ini tertulis sejak 1 April 2026 dalam laman resmi Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia.
Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia menyoroti sejumlah kejahatan serius di Bali. Mulai dari penculikan dan pembunuhan Warga Negara Asing (WNA) Ukraina, penyerangan dan pembunuh WNA Belanda, dan pemerkosaan WNA China.
Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam paparannya di Ruang Sidang Utama Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali mengakui adanya peningkatan kriminalitas di Bali sebagai imbas kemajuan pariwisata. Ia juga menunjukkan sejumlah pelanggaran hukum yang dilakukan WNA di Bali.
“Soal keamanan juga ada gangguan. Belakangan ini ada yang terbunuh, ada juga yang mencuri, segala macam. Nah, ini harus diatasi juga,” kata Koster, pada Senin (6/4/2026).
Koster mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar para pelaku mendapatkan hukuman tegas sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia.
Langkah selanjutnya, Koster akan meminta peningkatan kualitas perilaku pelaku pariwisata di Bali. Menurutnya, hal itu akan sejalan dengan kedatangan wisatawan yang berkualitas.
“Harus kita arahkan jadi wisatawan yang berkualitas, yang berkualitas itu adalah yang datang ke Bali wisatawan yang memang punya niat baik, punya pikiran baik, punya perilaku baik, respek terhadap budaya Bali, taat pada aturan,” paparnya.
Sepanjang Januari hingga Maret 2026, kedatangan wisman ke Bali sebanyak 1,6 juta orang lebih. Adapun wisatawan nusantara (wisnus) pada periode waktu yang sama sebanyak 968 ribu orang lebih. Pada 2025, Pemprov Bali mencatat kunjungan wisman ke Bali yakni 7,05 juta orang. Kontribusi pariwisata Bali terhadap total devisa pariwisata Indonesia Rp312 triliun pada 2024.
Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, mengatakan Bali masih menjadi tempat aman dan nyaman untuk berlibur.
“Secara angka penjelasannya adalah Bali masih dianggap tempat aman dan nyaman, menjangkaunya juga gampang,” kata dia.
Menurutnya, kunjungan wisman dan wisnus ke Bali yang meningkat jadi bukti Bali masih menjadi pilihan bagi wisatawan.
“Kalau melihat deretan negara yang mengirimkan wisatawan ke negara lainnya itu kita masih 5 di atasnya. China lebih di atas. Gak usah khawatir,” imbuhnya.
