Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Korsel Keluarkan Travel Warning ke Bali, DPRD: Masih Aman dan Nyaman
ilustrasi Korea Selatan (unsplash.com/@nardly)
  • Kedubes Korea Selatan mengeluarkan peringatan perjalanan ke Bali sejak 1 April 2026 akibat meningkatnya kasus kejahatan terhadap warga asing, termasuk penculikan, pembunuhan, dan pemerkosaan.
  • Gubernur Bali Wayan Koster mengakui adanya lonjakan kriminalitas seiring kemajuan pariwisata dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindak tegas pelaku serta meningkatkan kualitas perilaku pelaku pariwisata.
  • Meski ada peringatan, DPRD Bali menegaskan Bali tetap aman dan nyaman dikunjungi, terbukti dari peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik pada awal 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya yang hendak berkunjung ke Bali akibat meningkatnya kasus kejahatan terhadap warga negara asing di pulau tersebut.
  • Who?
    Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia, Gubernur Bali Wayan Koster, serta Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya menjadi pihak yang memberikan tanggapan terkait situasi keamanan di Bali.
  • Where?
    Peringatan dikeluarkan melalui laman resmi Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia, sementara pernyataan pemerintah daerah disampaikan di Gedung DPRD Provinsi Bali, Denpasar.
  • When?
    Peringatan perjalanan diterbitkan sejak 1 April 2026, dengan tanggapan dari Gubernur Bali disampaikan pada Senin, 6 April 2026.
  • Why?
    Peringatan dikeluarkan karena adanya rentetan kasus kriminal serius seperti penculikan dan pembunuhan WNA Ukraina dan Belanda serta pemerkosaan terhadap WNA China di wilayah Bali.
  • How?
    Kedubes Korsel menyampaikan imbauan kewaspadaan melalui situs resminya. Pemerintah Provinsi Bali berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindak pelaku dan meningkatkan kualitas perilaku pelaku pariwisata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Denpasar, IDN Times - Rentetan kasus kejahatan di Bali membuat Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia menyatakan kewaspadaan bagi warga Korea Selatan yang berkunjung ke Bali. Peringatan liburan ke Bali ini tertulis sejak 1 April 2026 dalam laman resmi Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia. 

Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia menyoroti sejumlah kejahatan serius di Bali. Mulai dari penculikan dan pembunuhan Warga Negara Asing (WNA) Ukraina, penyerangan dan pembunuh WNA Belanda, dan pemerkosaan WNA China. 

Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam paparannya di Ruang Sidang Utama Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali mengakui adanya peningkatan kriminalitas di Bali sebagai imbas kemajuan pariwisata. Ia juga menunjukkan sejumlah pelanggaran hukum yang dilakukan WNA di Bali. 

“Soal keamanan juga ada gangguan. Belakangan ini ada yang terbunuh, ada juga yang mencuri, segala macam. Nah, ini harus diatasi juga,” kata Koster, pada Senin (6/4/2026). 

Koster mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar para pelaku mendapatkan hukuman tegas sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia. 

Langkah selanjutnya, Koster akan meminta peningkatan kualitas perilaku pelaku pariwisata di Bali. Menurutnya, hal itu akan sejalan dengan kedatangan wisatawan yang berkualitas. 

“Harus kita arahkan jadi wisatawan yang berkualitas, yang berkualitas itu adalah yang datang ke Bali wisatawan yang memang punya niat baik, punya pikiran baik, punya perilaku baik, respek terhadap budaya Bali, taat pada aturan,” paparnya.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, kedatangan wisman ke Bali sebanyak 1,6 juta orang lebih. Adapun wisatawan nusantara (wisnus) pada periode waktu yang sama sebanyak 968 ribu orang lebih. Pada 2025, Pemprov Bali mencatat kunjungan wisman ke Bali yakni 7,05 juta orang. Kontribusi pariwisata Bali terhadap total devisa pariwisata Indonesia Rp312 triliun pada 2024.

Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, mengatakan Bali masih menjadi tempat aman dan nyaman untuk berlibur.

“Secara angka penjelasannya adalah Bali masih dianggap tempat aman dan nyaman, menjangkaunya juga gampang,” kata dia.

Menurutnya, kunjungan wisman dan wisnus ke Bali yang meningkat jadi bukti Bali masih menjadi pilihan bagi wisatawan. 

“Kalau melihat deretan negara yang mengirimkan wisatawan ke negara lainnya itu kita masih 5 di atasnya. China lebih di atas. Gak usah khawatir,” imbuhnya.

Editorial Team