Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kisah Sukrayasa di Bali, Penjual Durian Kaki Lima yang Maju Jadi Caleg

Kisah Sukrayasa di Bali, Penjual Durian Kaki Lima yang Maju Jadi Caleg
IDN Times/Imam Rosidin

Gianyar, IDN Times - Jika kamu melintasi wilayah Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, tepatnya sebelum lampu merah Pantai Purnama, Gianyar, pasti akan menemukan sejumlah pedagang kaki lima yang menjajakan buah durian. Seperti I Wayan Sukrayasa (51) satu ini.

Dari caranya menawarkan dagangan, sudah jelas terlihat jika ia adalah seorang pedagang buah durian. Saat dikunjungi IDN Times, Sukrayasa nampak sibuk melayani satu-dua pembeli durian di bawah pohon yang rindang, Rabu (3/4). Tapi siapa sangka jika ia adalah calon legislatif (Caleg) dari daerah pemilihan (Dapil) 4 yang meliputi Kecamatan Selat, Rendang, dan Sidemen di Kabupaten Karangasem.

Ia tak menggunakan modal uang untuk mempromosikan diri selain lewat buah durian. Kepada IDN Times ia berkisah tentang cita-citanya maju sebagai calon legislatif tanggal 17 April mendatang.

1. Tekadnya ingin maju sebagai calon anggota DPRD karena pembangunan di daerahnya masih timpang

IDN Times/Imam Rosidin
IDN Times/Imam Rosidin

Sukrayasa maju menggunakan bendera Partai Gerindra dengan nomor urut 8. Ia lantas bercerita bagaimana dirinya mau menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karangasem. Ia bertekad karena ingin memperjuangkan pembangunan di pedesaan yang menurutnya masih timpang dibandingkan di kota.

"Saya ingin membawa aspirasi masyarakat, walaupun ada orang-orang lain mengatakan kalau sudah duduk nanti lupa. Saya akan tetap menjembatani aspirasi masyarakat agar ada pemerataan dan segala macamnya atau segala bidangnya di Kabupaten Karangasem," kisahnya kepada IDN Times.

2. "Desa saya ini termasuk desa terpencil di dekat Gunung Agung"

Gunung Agung di Kabupaten Karangasem yang dilihat dari perkampungan warga Desa Selat. (IDN Times/Irma Yudistirani)
Gunung Agung di Kabupaten Karangasem yang dilihat dari perkampungan warga Desa Selat. (IDN Times/Irma Yudistirani)

Pria asal Dusun Pendem, Desa Mucan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem ini berjanji jika terpilih kelak akan tetap turun ke masyarakat untuk mendengar keluhan dan harapan. Dari pengamatannya, kebanyakan desa di Bali memiliki permasalahan yang sama. Yaitu pembangunan yang gencar di Bali tapi tak pernah menyentuh desa.

"Desa saya ini termasuk desa terpencil di dekat Gunung Agung. Jauh dari kota sehingga apa yang menjadi program pemerintah itu rasanya agak lambat. Tekad saya berani ada pemerataan antara di desa dan di Kota," tekadnya.

3. Cara promosinya sangat berbeda. Tak menyentuh media sosial, melainkan...

IDN Times/Imam Rosidin
IDN Times/Imam Rosidin

Di tengah gencarnya teknologi dan menjamurnya pengguna media sosial, Sukrayasa punya cara yang berbeda untuk mempromosikan dirinya. Ia memperkenalkan diri dan meminta doa kepada masyarakat sembari berkeliling mencari durian di kampung-kampung. Selain berkeliling mencari durian, ia juga memperkenalkan diri kepada para pembeli, sekaligus memaparkan programnya.

Menurutnya, anggapan masyarakat bahwa maju sebagai caleg harus mengeluarkan banyak uang, itu salah besar. Ia membuktikannya dengan cara sosialisasi sembari bekerja, yaitu sebagai penjual durian.

"Tidak harus memakai uang, saya asli murni mencari suara dan tidak ada unsur apa-apa lagi. Saya tidak memakai apa-apa. Menurut saya tidak harus memakai uang. Itu modal saya keberanian, kejujuran, demi masyarakat dan untuk memberi pelajaran bagi masyarakat tahun-tahun selanjutnya tidak ada lagi money politik. Itu harapan saya," ungkapnya.

4. Apa tindakannya jika gagal menjadi anggota dewan?

IDN Times/Imam Rosidin
IDN Times/Imam Rosidin

Ia mengaku sudah puluhan tahun menjadi pedagang durian di kawasan Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar. Ia biasanya ditemani oleh istri dan anak-anaknya jika libur sekolah atau bekerja.

"Saya tetap seperti masyarakat biasa karena ini ketekunan saya bekerja. Bukan karena saya pamer, itu tidak. Ini asli saya masyarakat bawah dan masyarakat mengetahui," tegasnya.

Lalu, apa tindakannya jika ia gagal menjadi seorang anggota dewan? Meski nanti gagal, ia mengaku tidak akan kecewa. Ia tetap akan melakukan kegiatan seperti biasanya: berjualan buah durian, dan berusaha mencoba lagi lima tahun ke depan. Baginya, itu semua karena kehendak Tuhan jika bisa terpilih atau tidaknya nanti.

"Kehendak Tuhan kalau memang saya digariskan untuk dapat dan masyarakat memilih, saya berterima kasih, dan kalau tidak, saya tidak akan merasa kecewa," katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Imam Rosidin
EditorImam Rosidin
Follow Us

Latest News Bali

See More

TPA Suwung Dipantau Pusat, Truk Sampah Turun 50 Persen

07 Apr 2026, 19:33 WIBNews