Kecelakaan di Tabanan, Peti Kemas Truk Nyangkut di Batang Pohon

Tabanan, IDN Times - Peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan Ir. Soekarno Banjar Dukuh, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan Kabupaten Tabanan pada Kamis (16/5/2024). Dampak dari kecelakaan itu, peti kemas dari truk Nissan tersangkut di batang pohon mahoni.
Peti kemas itu kemudian terlepas dan menimpa bagian belakang kendaraan Mitsubishi pick up. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.
1. Batang pohon mahoni yang menjulur rendah

Kasat Lantas Polres Tabanan, AKP Adrian Rizki Ramadhan memaparkan kronologi kecelakaan ini. Bermula ketika pukul 10.30 Wita, saat itu datang truk Nissan dengan nomor polisi (nopol) W 8823 UQ yang dikendarai Wajianto (54) warga asal Jawa Timur, dari arah Barat Gilimanuk menuju Timur Denpasar.
Saat tiba di lokasi kejadian, Wajianto tidak menyadari bahwa ada pohon kayu mahoni yang batang pohonnya menjulur kejalan terlalu rendah posisinya dari pada truk yang ia kemudikan.
Akibatnya box peti kemas pada truk nyangkut atau menabrak batang pohon mahoni tersebut hingga lepas.
2. Peti kemas menimpa kendaraan Mitsubishi pikap

Peti kemas yang terlepas ini kemudian menimpa bagian kiri belakang kendaraan Mitsubishi pick up nopol L 9803 BY yang dikemudikan Ferian Aldi Hermawan. "Kedua kendaraan sama-sama datang dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Saat kejadian, keduanya dalam posisi sejajar," ujar Adrian, Kamis (16/5/2024).
Akibat tertimpa peti kemas, kendaraan pick up yang memuat tanaman bunga ini rebah ke arah kanan, sehingga bagian kiri dan kanan belakang pick up penyok, pagar bak kayu pick up rusak dan patah, kaca pintu kanan pick up pecah dan penyok dan tidak bisa dibuka. Selain itu, muatan pick up berupa tanaman bunga berserakan dan sebagian hancur.
3. Ada kerugian materiil

Menurut Adrian karena kecelakaan tersebut, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Hanya saja terjadi kerugian material karena kerusakan kendaraan di mana untuk kerusakan truk Nissan mencapai Rp1.000.000 dan untuk kerusakan pick up mencapai Rp15 juta. Sehingga total kerugian mencapai Rp16 juta.
"Sempat terjadi kemacetan namun sudah berhasi ditangani. Truk dan kendaraan pick up juga sudah berhasil dievakuasi dan arus lalulintas dua arah kembali lancar," ujar Adrian.


















