Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Polisi Pastikan Tak Ada Motif Asmara di Balik Pembunuhan Man Colik

Polisi Pastikan Tak Ada Motif Asmara di Balik Pembunuhan Man Colik
Rekontruksi kasus pembunuhan Man Colik di Klungkung. (IDN Times/Wayan Antara)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif

  • Polres Klungkung menegaskan tidak ada motif asmara dalam pembunuhan Man Colik, melainkan dipicu rasa sakit hati pelaku akibat ucapan korban yang dianggap merendahkan harga dirinya.
  • Barang bukti berupa dua celana ditemukan di rumpun bambu menjadi petunjuk penting, setelah dicocokkan dengan foto media sosial hingga mengarah pada identitas pelaku.
  • Penyidik akan memeriksa kondisi kejiwaan pelaku untuk melengkapi berkas perkara dan memastikan seluruh proses penyidikan didasarkan pada alat bukti serta pengakuan yang telah dikumpulkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Klungkung, IDN Times- Spekulasi mengenai dugaan motif asmara dalam kasus pembunuhan I Nyoman Cita alias Man Colik, ditepis Polres Klungkung.

Hasil penyelidikan selama dua pekan, polisi menyimpulkan pembunuhan dipicu rasa sakit hati pelaku akibat ucapan korban yang dinilai merendahkan harga dirinya.

Kapolres Klungkung AKBP Mikael Hutabarat mengatakan, hingga saat ini penyidik tidak menemukan fakta yang mengarah pada hubungan asmara antara korban dan pelaku. Temuan penyidik menunjukkan adanya konflik pribadi yang berlangsung sebelum peristiwa pembunuhan terjadi.

"Kami belum menemukan adanya indikasi pelaku ke arah sana (asmara). Fakta yang kami dapat adalah ada kata-kata kasar yang sering disampaikan korban kepada pelaku, yang menurutnya merendahkan harkat dan martabatnya," ujar Mikael, Rabu (22/7/2026).

1. Pembunuhan dipicu ucapan korban yang dianggap menghina

Rekontruksi kasus pembunuhan Man Colik di Klungkung. (IDN Times/Wayan Antara)
Rekontruksi kasus pembunuhan Man Colik di Klungkung. (IDN Times/Wayan Antara)

Menurut Mikael, hasil pemeriksaan terhadap pelaku mengungkap bahwa korban beberapa kali melontarkan ucapan yang dianggap merendahkan kondisi ekonomi serta kehidupan sehari-hari pelaku. Ucapan tersebut kemudian memicu rasa sakit hati yang berujung pada aksi pembunuhan.

"Motif pelaku membunuh korban karena merasa sakit hati dengan perkataan kasar dari korban. Kata-kata itu berkaitan dengan kondisi ekonomi dan kehidupan sehari-harinya yang dianggap merendahkan harkat martabatnya," jelasnya.

Penyidik pun memastikan, hingga proses penyidikan berjalan saat ini belum ditemukan bukti yang mendukung dugaan adanya hubungan spesial maupun persoalan asmara di antara keduanya.

2. Celana yang tertinggal di bambu menjadi petunjuk penting polisi

Rekontruksi kasus pembunuhan Man Colik di Klungkung.
Rekontruksi kasus pembunuhan Man Colik di Klungkung. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Pengungkapan kasus bermula dari temuan dua potong pakaian di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di rumpun bambu dekat alur Sungai Bubuh, kawasan jalan menuju Perumahan Pesona Lepang, Kecamatan Banjarangkan.

Barang bukti berupa celana pendek dan celana trening itu kemudian ditelusuri penyidik. Polisi membandingkan pakaian tersebut dengan sejumlah foto di media sosial hingga menemukan kecocokan dengan pakaian yang pernah dikenakan pelaku.

"Kami menemukan celana pendek dan celana olahraga. Setelah dilakukan pendalaman dan pengecekan, celana itu identik dengan yang pernah dipakai pelaku," kata Mikael.

Saat diperiksa, pelaku sempat berusaha mengelak dengan mengaku pakaian tersebut sudah diberikan kepada temannya. Setelah melalui proses penyelidikan, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.

3. Polisi akan memeriksa kondisi kejiwaan pelaku

IMG-20260721-WA0142.jpg
Rekontruksi kasus pembunuhan Man Colik di Klungkung. (IDN Times/Wayan Antara)

Selain melengkapi berkas perkara, penyidik akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi psikologis pelaku sebagai bagian dari proses penyidikan.

Kapolres menegaskan pemeriksaan bukan untuk membuktikan isu asmara yang beredar di masyarakat, melainkan untuk melengkapi fakta-fakta dalam penanganan perkara. Polres Klungkung pun mengimbau masyarakat tidak lagi berspekulasi mengenai motif pembunuhan Man Colik.

Menurut penyidik, seluruh kesimpulan yang disampaikan saat ini sudah didasarkan pada alat bukti, hasil pemeriksaan saksi, serta pengakuan pelaku yang telah dikumpulkan selama proses penyidikan.

Share Article
Editorial Team

Latest News Bali

See More