8 Kosakata Bahasa Bali Tentang Patah Hati

- Bahasa Bali memiliki delapan kosakata untuk menggambarkan patah hati, termasuk ketika pujaan hati memilih orang lain, cinta tak terbalas, atau hubungan berakhir menyakitkan.
- Ungkapan seperti kahalangin kasta menggambarkan cinta yang terhalang perbedaan kasta, sedangkan belah tangkahe serta inguh paling merujuk pada sakit hati dan perasaan tidak menentu.
- Juang timpal dan timpal ngamah timpal menggambarkan pasangan direbut teman, sementara dagang kasur merujuk pada seseorang yang berkorban tetapi cintanya didapat orang lain.
Siapa nih yang pernah sakit hati atau patah hati? Patah hati bisa terjadi kepada siapa saja akibat cinta atau perasaan yang tak terbalaskan atau hubungan yang berakhir pahit. Ada banyak kata untuk mengungkapkan perasaan ini.
Dalam Bahasa Bali, terdapat beberapa kosakata yang berkaitan dengan suasana patah hati atau sakit hati. Apa saja ya? Simak daftar delapan kosakata bahasa Bali berikut ini!
1. Pelaibang bojog

Monyet. (unsplash.com/Jamie Haughton) Arti pelaibang bojog dalam Bahasa Indonesia adalah dilarikan monyet. Makna dari ungkapan ini bahwa sang pujaan hati telah diambil hatinya oleh orang lain atau jadian dengan orang lain. Sering juga menggunakan kata pelaibang bojog medasi (dilarikan monyet berdasi), yang berarti sang pujaan hati lebih memilih orang berduit atau orang kaya.
Contoh dalam kalimat adalah mara lakar ngajak melali ke bedugul, I Komang suba pelaibang bojog medasi. Artinya adalah baru saja mau ajak Komang jalan-jalan ke Bedugul, tetapi Komang sudah memilih orang lain jadi kekasihnya.
2. Kahalangin kasta

ilustrasi putus cinta (pixabay.com/geralt) Kahalangin kasta dalam Bahasa Indonesia berarti dihalangi kasta. Kata ini untuk mengungkapkan cinta yang kandas karena adanya perbedaan kasta antara sepasang kekasih. Saat ini, bagi beberapa keluarga, kasta masih dipertimbangkan saat menjalin hubungan.
Contoh dalam kalimat tresna ajak Dayu kahalangin kasta, reramane sing setuju nganten ajak Dayu. Artinya adalah hubungan cinta dengan Dayu dihalangi oleh kasta, orangtuanya tidak setuju menikah dengan Dayu.
3. Matepuk asibak lima

Ilustrasi tangan yang terpisah. (unsplash.com/Sebastian Dumitru) Matepuk asibak lima dalam Bahasa Indonesia berarti bertepuk sebelah tangan. Makna dari kata ini adalah cinta seseorang hanya sepihak. Contoh dalam kalimat mimih, ternyata tresna raga matepuk asibak lima ajak Kadek, kaden nak seken ye demen jak raga.
Artinya adalah aduh, ternyata cinta saya bertepuk sebelah tangan dengan Kadek, saya kira dia suka sama saya.
4. Belah tangkahe

Ilustrasi dada. (unsplash.com/Giulia Bertelli) Belah tangkae memilik arti dalam Bahasa Indonesia pecah dadanya. Ungkapan ini biasanya digunakan untuk seseorang yang sangat sakit hati melihat suatu keadaan.
Contoh dalam kalimat jeg belah tangkahe nepukin Ayu mejalan sambil magician lima ajak muani lenan. Artinya, sakit hati sekali saat melihat Ayu jalan dengan pria lain sambil berpegangan tangan.
5. Inguh paling atau uyang paling

Ilustrasi orang sedang pusing. (unsplash.com/Anh Nguyen) Inguh paling atau uyang paling dalam Bahasa Indonesia berarti bingung yang berlebih atau perasaan yang tidak menentu. Contoh dalam kalimat inguh paling ulian mara suud pegatin ajak Iluh Ayu, kanti sing jaen makan. Artinya perasaan jadi tidak menentu karena baru diputus Iluh Ayu, sampai tidak enak makan.
6. Juang timpal

Ilustrasi selingkuh. (unsplash.com/Eric Ward) Juang timpal dalam Bahasa Indonesia artinya diambil teman. Kata ini biasanya digunakan saat pujaan pujaan hati diambil atau ditikung oleh teman sendiri. Hal ini sering terjadi ketika pujaan hati kita lebih memilih teman kita sendiri untuk menjadi pasangannya.
Contoh dalam kalimat: nyesel bakat ngajakin I Gede milu melali ke pasih, jani I Rani medemenan ajak I Gede. Jeg juang timpal I Rani. Artinya, menyesal ngajak Gede ikut jalan-jalan ke Bedugul, sekarang Rani suka dengan Gede. Ditikung teman Rani.
7. Timpal ngamah timpal

Ilustrasi selingkuh. (unsplash.com/engin akyurt) Timpal ngamah timpal artinya dalam Bahasa Indonesia teman makan teman. Maknanya tidak jauh berbeda dengan juang timpal. Namun, biasanya digunakan untuk orang yang telah menjalin hubungan dengan kekasihnya. Kekasihnya ini direbut oleh temannya sendiri walaupun telah mengetahui mereka memiliki hubungan kasih.
8. Dagang kasur

Ilustrasi kasur. (unsplash.com/nine koepfer) Dagang kasur penjual kasur merupakan ungkapan untuk orang yang rela berkorban untuk pujaan hatinya tetapi orang lain yang mendapatkan cintanya. Sama seperti penjual kasur, ia yang sibuk mencari pembeli, membersihkan kasur, sampai mengangkatnya, namun orang lain (pembeli) yang menggunakan kasur tersebut.
Contoh dalam kalimat: nas bedag, pragat dadi dagang kasur dogen sebilang medemenan ajak anak luh. Artinya adalah sialah, selalu menjadi penjual kasur saja setiap suka sama perempuan.
Nah, itulah 8 kosakata bahasa Bali yang berkaitan dengan patah hati dan sakit hati. Ternyata, bahasa daerah khususnya Bahasa Bali memiliki beragam kosakata untuk menggambarkan perasaan kita dalam situasi yang berbeda-beda, ya.

















![[QUIZ] Uji Pengetahuan Hari Raya Tumpek Kandang di Bali](https://image.idntimes.com/post/20260905/img_8315_645d3ad8-58ab-48d6-a9b6-ecc22cd02d75_watermarked_idntimes-1.jpeg)