Konservasi Penyu di Tabanan Over Kapasitas, Ini Penyebabnya

- Konservasi Penyu Gangga Lestari di Pantai Yeh Gangga kewalahan menampung 150 sarang berisi sekitar 100 butir telur per sarang akibat musim penyu bertelur yang memuncak sejak Mei 2026.
- Keterbatasan lahan membuat pengelola melepas tukik lebih cepat dan merencanakan pelepasan massal pada HUT Ke-81 RI sebagai langkah edukatif sekaligus solusi overkapasitas.
- Desa Adat Yeh Gangga akan memperluas area konservasi lima meter ke timur, menambah kolam perawatan penyu dewasa, serta membangun patung penyu empat meter sebagai ikon wisata baru.
Tabanan, IDNTimes-Konservasi Penyu Gangga Lestari di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan kewalahan menampung telur penyu. Sebanyak 150 sarang menampung 100 butir telur membuat sarang penuh. Hal ini disebabkan saat ini memasuki musim penyu bertelur.
"Sejak musim bertelur penyu pada Mei 2026, kami menerima banyak telur sehingga sarang yang disiapkan penuh. Biasanya kami memberikan upah Rp100 ribu per sarang bagi masyarakat yang membawa telur penyu ke konservasi ini," kata Bendesa Adat Yeh Gangga, I Ketut Dolia, Rabu (22/7/2026).
1. Tukik dilepas lebih cepat untuk atasi over kapasitas

Saat IDN Times berkunjung ke konservasi penyu, tampak petugas menggali sarang untuk membantu tukik yang baru menetas keluar dari sarang."Harus dibantu agar bisa keluar dari sarang sambil melihat berapa telur yang berhasil menetas," kata Dolia.
Ia melanjutkan dari 100 butir telur per sarang, persentase keberhasilan tukik menetas mencapai 65-80 persen. Tukik yang baru menetas akan dipelihara di kolam penampungan sampai tukik bisa makan. "Normalnya tukik dipelihara selama dua minggu sebelum dilepas. Namun sekarang sedang overkapasitas, tukik dilepas lebih cepat. Saat ini jika usianya tiga hari, sudah kami lepas," ujar Dolia.
2. Konservasi penyu di Yeh Gangga terkendala luas lahan

Keterbatasan lahan menjadi salah satu tantangan konservasi penyu di Pantai Yeh Gangga, utamanya saat musim telur penyu berlangsung. Dolia memaparkan, luas kawasan konservasi saat ini hanya sekitar 8 x 12 meter atau kurang dua are.
"Luasan terbatas sehingga saat jumlah telur meningkat pada musim bertelur kami tidak bisa menampung semuanya. Dalam kondisi normal saja, jumlah sarang yang ditemukan di Pesisir Pantai Tabanan bisa mencapai belasan titik dengan rata-rata sekitar 100 butir telur di setiap sarang," kata Dolia
Untuk mengatasi over kapasitas ini, pengelola berencana menggelar pelepasan tukik secara massal pada peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang. Masyarakat dan wisatawan diundang untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. "Kami harapkan masyarakat bisa hadir dan ikut melepas tukik. Ini bagian dari edukasi sekaligus upaya pelestarian penyu," ujarnya.
3. Perluasan lahan akan dilakukan pihak konservasi

Desa Adat Yeh Gangga merencanakan perluasan kawasan konservasi sekitar lima meter ke arah timur. Area tambahan tersebut akan dilengkapi kolam yang lebih besar untuk merawat penyu dewasa yang tersangkut jaring nelayan atau terinfeksi parasit sebelum dilepas kembali ke habitatnya.
"Penyu yang tersangkut jaring atau terkena parasit, seperti kerang yang menempel di tubuhnya, akan dirawat hingga pulih sebelum dilepas kembali ke laut," jelas Dolia.
Selain itu, pengelola menyiapkan ikon baru kawasan berupa patung penyu setinggi empat meter di area parkir. Patung yang akan dihiasi ornamen tukik dan ikan hias tersebut diharapkan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan. Saat ini patung dalam proses pengerjaan oleh seorang seniman dengan anggaran Rp30 juta yang disiapkan Desa Adat Yeh Gangga. Patung tersebut ditargetkan rampung dan terpasang sebelum Desember 2026.



















