Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dua Anak di Bali Diduga Dibunuh, Ditemukan Bertindihan di Lantai Kamar

Kab. Badung
Dua Anak di Bali Diduga Dibunuh, Ditemukan Bertindihan di Lantai Kamar
Situasi lokasi pembunuhan di Legian (IDN Times/Ayu Afria)
  • Polisi menyelidiki dugaan pembunuhan dua anak, ADS (7) dan LKS (4), yang ditemukan bertindihan di lantai kamar sebuah bungalow di Legian, Badung.
  • Ayah korban, SDJ (57), warga Australia, ditemukan meninggal tergantung menggunakan kabel setrika. Pemeriksaan awal menduga kedua anak meninggal akibat kekerasan.
  • Penemuan berawal dari permintaan istri SDJ dari Jakarta kepada saksi untuk mengecek keluarga. Tiga jenazah dibawa ke RSUP Ngoerah, sementara CCTV dan saksi diperiksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Badung, IDN Times - Arca Bungalow, Jalan Three Brothers, Legian Tengah, Kecamatan Kuta Kabupaten Badung Bali tampak sepi, Senin (14/9/2026) siang. Di area bungalow nomor 2, juga dipasangi garis polisi. Ternyata, area itu menjadi lokasi pembunuhan. Korbannya ada dua anak.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Leonardo D. Simatupang, mengatakan kepolisian masih menyelidiki dugaan pembunuhan dua anak inisial ADS (7) berjenis kelamin perempuan dan LKS (4) jenis kelamin laki-laki. Kedua anak itu ditemukan tergeletak di lantai kamar dengan posisi tubuh saling bertindihan.

Di tempat kejadian perkara (TKP), juga ditemukan ayah korban berkewarganegaraan Australia berinisial SDJ (57). Sang ayah meninggal dunia diperkirakan, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 10.14 Wita.

"Dari hasil pemeriksaan luar terhadap kondisi ketiga korban, pemeriksaan awal diduga kedua anak korban meninggal akibat tindakan kekerasan. Sementara SDJ diduga meninggal dunia dengan cara gantung diri," ungkap Leonardo.

Terkait kronologi penemuan tiga jasad tersebut, kapolresta menjelaskan, istri pelaku yang berada di Jakarta menghubungi salah satu saksi bernama Nur Khamid (51). Tujuannya, meminta agar mengecek kondisi pelaku dan kedua anaknya sekitar pukul 08.30 Wita.

Itu lantaran, Istri pelaku mengaku tidak bisa menghubungi suaminya saat itu. Saksi kemudian mendatangi bungalow tersebut dan tidak mendapati aktivitas pelaku beserta anak-anaknya.

Saksi kemudian menghubungi pemilik bungalow dan menyampaikan situasi tersebut. Saksi dan pemilik bungalow kemudian mendatangi lokasi dan berusaha mengintip melalui jendela dan hasilnya tetap sama.

Pemilik bungalow lalu menghubungi Kelian Lingkungan bersama sejumlah tetangga mendatangi lokasi dan memanggil nama pelaku. Lantaran tidak mendapati respons setelah mengetuk dan menggedor pintu, mereka membuka paksa dan mendapati pelaku tergantung di teralis besi jendela menggunakan kabel setrika dan meninggal dunia. Sementara kedua anak korban ditemukan tergeletak di lantai kamar dengan posisi tubuh saling bertindihan.

Saat ini, ketiga jenazah telah berada di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga memaksimalkan penyelidikan melalui rekaman CCTV di lokasi kejadian serta pemeriksaan sejumlah saksi.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More