Dispar Bakal Tambah Rambu dan Tenaga Keamanan di Lokasi Wisata Nusa Penida

- Dua wisatawan asing meninggal dalam kecelakaan terpisah di Pantai Kelingking dan Crystal Bay, Nusa Penida, pada 12–13 September 2026.
- Dinas Pariwisata Klungkung mengevaluasi keamanan dengan rencana menambah rambu bendera penanda area aman dan larangan berenang di Kelingking serta Crystal Bay.
- Petugas keamanan akan disiapkan untuk mengawasi dan mengarahkan wisatawan; sopir, pemandu, serta agen wisata juga diminta memperkuat edukasi keselamatan.
Klungkung, IDN Times Bali– Dua wisatawan asing meninggal dunia dalam dua kecelakaan berbeda di destinasi wisata Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Kejadian ini terjadi dalam dua hari berturut-turut.
Kecelakaan pertama terjadi di Pantai Kelingking, Desa Bungamekar, pada Sabtu (12/9/2026). Wisatawan asal Australia, Cronin Brianna Lani (29), terjatuh dari tebing hingga nyawanya tidak tertolong. Sehari berselang, musibah terjadi kembali di Pantai Crystal Bay, Banjar Penida, Desa Sakti. Wisatawan asal Inggris, Archibald Frederick Taylor, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan saat berenang pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 15.40 Wita.
Rentetan kecelakaan tersebut membuat Dinas Pariwisata Klungkung mengevaluasi aspek keamanan di sejumlah destinasi, khususnya kawasan yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Gusti Agung Putra Mahajaya, mengatakan pemasangan papan peringatan sebenarnya sudah dilakukan di sejumlah destinasi. Namun, keberadaan papan peringatan dinilai belum cukup. Sebab, masih ada wisatawan yang mengabaikan imbauan keselamatan ketika berada di lokasi wisata.
"Sebenarnya selama ini sudah banyak dipasang papan peringatan untuk mengingatkan wisatawan agar memprioritaskan keamanan saat berwisata. Tapi terkadang tamu masih bandel. Masalah keamanan wisatawan saat berada di destinasi ini harus kita ingatkan lagi," ujar Putra Mahajaya, Senin (14/9/2026).
1. Rambu keselamatan bakal ditambah di Kelingking dan Crystal Bay

Evakuasi korban terjatuh dari tebing Pantai Klingking, Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Basarnas Bali) Dispar Klungkung berencana memperkuat sistem peringatan di kawasan Pantai Kelingking dan Crystal Bay. Salah satunya pemasangan rambu berupa bendera di kawasan pesisir. Bendera tersebut digunakan untuk menandai area yang aman maupun kawasan yang berbahaya untuk aktivitas berenang.
"Rambu berupa bendera akan kita siapkan. Nanti titik-titik yang bahaya untuk aktivitas berenang kita kasih tanda larangan berenang," jelasnya.
2. Adanya petugas khusus bakal awasi wisatawan di destinasi rawan

Evakuasi korban terjatuh dari tebing Pantai Klingking, Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Basarnas Bali) Selain memperbanyak rambu, Dispar Klungkung menyiapkan skema penambahan tenaga keamanan di destinasi wisata. Petugas nantinya tidak hanya berjaga, tetapi juga aktif mengawasi sekaligus mengingatkan wisatawan mengenai aktivitas yang aman dan berisiko.
Skema ini salah satunya akan diterapkan di Pantai Kelingking. Wisatawan yang ingin turun hingga ke bibir pantai akan mendapat arahan dari petugas mengenai hal-hal yang boleh maupun tidak boleh dilakukan.
"Misalnya di Pantai Kelingking. Bagi wisatawan yang ingin turun ke bibir pantai, ada petugas khusus yang mengingatkan apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak. Walau sudah ada papan peringatan, wisatawan harus diingatkan lagi," ungkapnya.
Menurut Putra Mahajaya, keberadaan petugas di lapangan menjadi penting karena karakter destinasi Nusa Penida memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda. Penambahan petugas keamanan tersebut nantinya dapat melibatkan desa adat melalui kerja sama setelah penerapan konsep One Gate One Destination (OGOD).
3. Sopir hingga agen wisata diminta ikut ingatkan turis

Evakuasi korban terjatuh dari tebing Pantai Klingking, Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Basarnas Bali). Upaya menjaga keselamatan wisatawan, kata Putra Mahajaya, tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau petugas destinasi.
Pelaku pariwisata juga akan dilibatkan. Dinas Pariwisata akan meningkatkan koordinasi dengan sopir wisata, pemandu, hingga agen perjalanan agar ikut memberikan edukasi keselamatan kepada wisatawan sebelum maupun selama berada di destinasi. Langkah tersebut dinilai penting karena karakter geografis Nusa Penida tidak bisa dilepaskan dari tebing-tebing curam dan kawasan laut yang memiliki ombak besar.
"Kita ajak juga pelaku wisata untuk terus ingatkan tamunya. Kalau petugas tentu sulit awasi seluruh wisatawan yang jumlahnya ribuan," tegasnya.


















