Jasad Nelayan Jembrana yang Hilang Sempat Dikuburkan di Banyuwangi

- Jasad nelayan Jembrana, I Gusti Putu Sugiarta, ditemukan nelayan di muara Pantai Banyuwangi pada hari keempat pencarian, Minggu 13 September 2026.
- Jenazah sempat dikuburkan karena tidak beridentitas, lalu dikonfirmasi keluarga dan dibawa dengan perahu menuju Pantai Pengambengan sebelum ke RSU Negara.
- Sugiarta hilang setelah sampannya pecah menabrak kayu di Perairan Pulukan; dua rekannya selamat setelah berpegangan pada pecahan sampan selama sekitar 30 menit.
Jembrana, IDN Times - Jasad nelayan asal Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, yang bernama I Gusti Putu Sugiarta (38) ditemukan setelah hari keempat pencarian oleh Tim SAR Gabungan. Kabar tersebut diterima keluarga korban ada Minggu (13/9/2026), bahwa jasad Putu Sugiarta ditemukan oleh nelayan di muara Pantai Banyuwangi. Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri Gunawan, menyampaikan jasad korban sempat dikuburkan karena tidak ditemukan identitasnya. Hingga kemudian Tim SAR gabungan yang menerima informasi terkait penemuan jenazah tersebut berkoordinasi dengan pihak keluarga.
"Pihak keluarga telah mengkonfirmasi bahwa jenazah tersebut benar adalah I Gusti Putu Sugiarta. Kemudian dibawa menggunakan perahu milik keluarga menuju Pantai Pengambengan," jelasnya pada Senin (14/9/2026).
Lebih lanjut, sekitar pukul dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Negara menggunakan ambulans dari Polres Jembrana. Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah sampannya pecah akibat menabrak kayu di Perairan Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, pada Kamis (10/9/2026) pagi. Pencarian terhadap yang bersangkutan pada hari keempat kemrin terkendala gelombang tinggi. Saat itu pencarian dipusatkan dari wilayah Pantai Pengambengan dengan mengerahkan sejumlah alat utama untuk menyisir perairan, diantaranya RIB 01 Gilimanuk, RIB 02 Banyuwangi dan 2 perahu milik keluarga korban.
Sementara itu, dua orang rekannya Samsul Hadi (36) dan Neri Mutakin (28) diselamatkan nelayan yang melintas di lokasi saat kejadian. Para korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada pecahan sampan. Mereka terapung-apung di laut selama kurang lebih 30 menit.




















