Hari Baik Hindu Bali 15 September 2026, Saatnya Yoga

- Selasa, 15 September 2026, Amerta Danta dinilai baik untuk tapa, brata, yoga, semadi, penyucian diri, serta berbagai pekerjaan.
- Bojog Turun cocok untuk menyetem gamelan, sedangkan Geni Rawana baik bagi pekerjaan yang menggunakan api. Carik Walangati melarang pernikahan, ngaben, dan pembangunan rumah.
- Pepedan mendukung pembukaan lahan pertanian, sementara Tunut baik untuk melatih ternak, membentuk organisasi, dan membuka sekolah. Sejumlah penanda juga menyebut pantangan untuk perkawinan, kegiatan tanah, serta upacara tertentu.
Selamat pagi teman-teman, semoga kabar baik dan sehat selalu. Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali menyambutmu pada Selasa, 15 September 2026.
Mengawali hari ini ada ramalan amerta danta yang baik untuk melakukan tapa, brata, yoga, semadi, penyucian diri, dan segala pekerjaan. Bagaimana dengan hari baik lainnya? Yuk baca selengkapnya di bawah ini.
1. Haro baik untuk menyetem gamelan

Gamelan dari perunggu yang diproduksi oleh perajin dari Gilangharjo Pandak Bantul.(IDN Times/Daruwaskita) Bojog turun merupakan hari baik untuk menyetem gamelan. Carik walangati artinya tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.
Geni rawana dan gni rawana rangkep adalah hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Sementara itu, kala ingsor bermakna sebagai hari yang mengandung sifat/tanda-tanda mengecewakan.
2. Saatnya membuka lahan pertanian

Ilustrasi sawah (IDN Times/Yuko Utami) Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun. tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Rangda tiga artinya tidak baik melakukan upacara pawiwahan atau perkawinan.
Kala prawani merupakan hari yang tidak baik untuk semua kegiatan, hari ini mengandung pengaruh kurang baik. Naga naut artinya tidak baik untuk dewasa ayu.
Kala sor adalah hari yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam dan membuat terowongan.
3. Hari baik membuka sekolah

Ilustrasi Sekolah (SD). (IDN Times/Sukma Shakti) Tunut masih bermakna sebagai hari baik untuk melatih ternak, membentuk perkumpulan (organisasi). Hari ini juga baik untuk mulai membuka sekolah atau perguruan, baik untuk nelusuk (mencocok hidung sapi atau kerbau) diisi tali pengikat.
Salah wadi artinya tidak baik untuk melakukan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Pararasan: Aras Tuding, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Suka Pinanggih, Pratiti: Tresna.

















