Kasus Pencurian Ayam Marak Terjadi di Baturiti

- Para perbekel se-Kecamatan Baturiti menyepakati edukasi warga dan peningkatan siskamling setelah pengeroyokan terduga pencuri ayam di Desa Batunya menewaskan korban.
- Lima warga Batunya berstatus tersangka dan pemerintah desa akan mengikuti proses hukum, sambil merencanakan mediasi dengan Desa Sidatapa, Buleleng.
- Pencurian ayam marak di Baturiti, termasuk 16 lokasi di Antapan dalam empat bulan; Polsek meningkatkan patroli malam bersama TNI dan keamanan setempat.
Tabanan, IDN Times - Kasus pengeroyokan massal terhadap pelaku pencuri ayam di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan yang menyebabkan meninggal dunia menjadi pelajaran berharga dalam menangani kasus gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Baturiti.
Untuk menyamakan persepsi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya, para perbekel di Kecamatan Baturiti membahasnya dalam Forum Perbekel yang berlangsung di Kantor Camat Baturiti, Jumat (31/7/2026) lalu.
Perbekel Batunya, I Made Riasa, mengatakan lewat diskusi para perbekel se-Kecamatan Baturiti ini diambil kesimpulan jika mereka sepakat untuk melakukan edukasi kepada warganya untuk senantiasa berjaga demi keamanan bersama.
1. Kegiatan siskamling akan semakin ditingkatkan

Selain melakukan edukasi, terutama dalam hal penanganan gangguan kamtibmas di masing-masing desa, Riasa melanjutkan perbekel se-Kecamatan Baturiti juga sepakat untuk semakin meningkatkan jaga malam atau siskamling di masing-masing wilayahnya.
Mengenai proses hukum terhadap lima warganya yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan massal terhadap pelaku pencurian ayam, Riasa menambahkan jika pihaknya akan mengikuti proses hukum yang berlaku.
"Kami rencana juga melakukan mediasi ke Desa Sidatapa, Buleleng sehingga kasus ini bisa berjalan dengan damai dan sesuai proses hukum," katanya.
2. Kasus pencurian marak terjadi di Kecamatan Baturiti

Kasus pencurian ayam ternyata tidak hanya terjadi di Desa Batunya, tetapi desa lainnya yang ada di Kecamatan Baturiti. Satu di antaranya Desa Antapan. Menurut Perbekel Antapan, Nyoman Astawa, kasus pencurian ini sudah meresahkan warga dalam beberapa tahun terakhir.
"Kejadian intens terjadi empat bulan terakhir ini. Dilaporkan ada 16 titik lokasi kejadian pencurian dengan puluhan ekor ayam hilang. Bahkan ada satu rumah yang kecolongan lebih dari satu kali," ujar Astawa.
Sebagai perbekel, pihaknya selalu mengingatkan warga apabila ada kejadian mencurigakan segera melapor ke pihaknya atau kepolisian. Terlebih ada informasi jika maling ini suka membawa senjata tajam.
"Dalam menjaga lingkungan, setiap malam sudah kami lakukan, berkoordinasi dengan Kepolisian. Tetapi malingnya ini licin sekali," katanya.
3. Polsek Baturiti tingkatkan intensitas penjagaan

Kapolsek Baturiti, Komandan Polisi (Kompol) I Nyoman Darsana, menambahkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Batutiriti, pihaknya rutin melakukan penjagaan setiap malam di masing-masing desa yang ada di Baturiti.
"Kami dari polsek sebelum maupun sesudah kejadian selalu melakukan patroli. Khususnya di Desa Batunya. Patroli gabungan dengan TNI dan keamanan setempat. Tujuan kami untuk menjaga wilayah tetap kondunsif. pada intinya untuk ke depannya, kita tetap menjalin kominikasi dan kolaborasi dengan warga untuk menjaga keamanan," katanya.






















