Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Motor Pencuri Ayam di Tabanan yang Dibakar Massa Milik Warga Bangli

Kab. Tabanan
Motor Pencuri Ayam di Tabanan yang Dibakar Massa Milik Warga Bangli
Jumpa pers kasus pencurian ayam dan penganiayaan hingga korban meninggal di Polres Tabanan, Minggu (26/7/2026) dini hari. (IDN Times/Wira Sanjiwani)
Share Article

Tabanan, IDN Times - Kepolisian Resor (Polres) Tabanan telah menetapkan lima tersangka yang terlibat dalam pengeroyokan pelaku pencurian ayam, KD atau S, yang terjadi di Kecamatan Baturiti Jumat lalu, 24 Juli 2026. Lima tersangka ini semuanya laki-laki masing-masing berinisial MJ, WS, KB, MK, dan ND. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, lima orang ini awalnya diperiksa sebagai saksi.

"Namun dari bukti elektronik yang kami miliki bersama keterangan saksi lainnya, lima orang ini kami tetapkan sebagai tersangka," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tabanan, Ajun komisaris Polisi (AKP) Made Teddy Satria Permana, dalam jumpa pers di Polres Tabanan, Minggu (26/7/2026) dini hari.

Saat ini, pihak Polres Tabanan sedang mendalami peran masing-masing tersangka ini dalam pengeroyokan pelaku pencurian ayam hingga meninggal dunia. Total saksi yang diperiksa sebanyak 18 orang. Menurut Teddy, dari pengembangan bisa saja ada penambahan tersangka baru.

"Saat ini sudah kami dalami. Termasuk peran masing-masing tersangka saat ini di kasus pengeroyokan yang menyebabkan S meninggal dunia," kata Teddy.

1. Korban S merupakan residivis

IMG-20260725-WA0026.jpg
Barang bukti kasus pencurian ayam di Tabanan (Dok.Humas Tabanan)

Teddy menyebutkan, korban sekaligus pelaku pencurian ayam, S, merupakan residivis kasus pencurian. Ia pernah menjalani hukuman penjara pada 2018 karena mencuri cengkeh. Saat beraksi melakukan pencurian ayam Jumat lalu, S diketahui membawa senjata tajam dan ketapel.

Sementara, sepeda motor yang dibawa saat beraksi merupakan kendaraan yang pernah dilaporkan hilang oleh warga Kabupaten Bangli pada 2019.

"Berdasarkan pengecekan nomor rangka besi kendaraan yang dipakai korban S ketika beraksi mencuri ayam, ternyata merupakan milik warga di daerah Bangli yang pada tahun 2019 sempat kehilangan sepeda motor," jelas Teddy.

Pihaknya masih melakukan pemeriksaan terkait pelaku pembakaran sepeda motor yang dibawa S. Sebab menurutnya, kejadian pembakaran motor ini kondisinya gelap dan terlalu banyak orang.

"Kami masih dalam proses pencarian saksi yang melihat saat kendaraan itu terbakar," kata Teddy.

2. Korban S terbukti melakukan pencurian ayam

IMG-20260725-WA0025.jpg
Barang bukti kasus pencurian ayam di Tabanan (Dok.Humas Tabanan)

Kapolsek Baturiti, Komisaris Polisi (Kompol) I Nyoman Darsana, menambahkan korban S terbukti melakukan pencurian ayam. Sebelum pengeroyokan terjadi, warga memergoki aksi korban S lewat closed circuit television (CCTV). Warga mengejar dan mencegat korban di jalur baliknya.

"Saat mencoba melakukan diri ke dataran atas, korban S harus putar balik sebab jalur atas itu buntu," kata Darsana.

Ia melanjutkan, ketika pihak Polsek Baturiti tiba di lokasi, peristiwa pengeroyokan tersebut sudah selesai. Petugas langsung melarikan korban S yang saat itu sudah dalam kondisi sekarat ke rumah sakit. Namun, ia meninggal sebelum tiba di rumah sakit.

"Korban S mengalami banyak luka, yang paling banyak terjadi di bagian kepala, di bagian kepala juga ada luka robek," papar Darsana.

Untuk menentukan luka apa saja yang dialami korban S serta penyebab kematiannya, Polres Tabanan akan melakukan eksomasi atau proses pembongkaran kuburan atau penggalian kembali jenazah yang sudah dikubur untuk kepentingan autopsi, dan penyidikan hukum.

3. Polres Tabanan berkoordinasi dengan Polres Buleleng untuk menjaga kondisi tetap aman

Screenshot_20260727_015614_Gallery.jpg
Jumpa pers penetapan tersangka pengeroyokan terduga pencuri ayam di Tabanan, Minggu (26/7/2026) dini hari. (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Peristiwa ini menjadi pekerjaan rumah bagi kepolisian di Kabupaten Tabanan, terutama untuk menjaga situasinya aman dan kondusif. Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Buleleng untuk sama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif.

"Pascakejadian, situasi sudah terkendali. Kami berencana juga akan mengunjungi anak korban S yang berasal dari Desa Sidatapa, Buleleng. Selain bantuan, kami juga akan melakukan pendampingan ke anak korban S," kata Bayu Pati.

Agar kejadian ini tidak terulang, Bayu Pati mengimbau warga untuk mengakses layanan call center 110 jika ada gangguan keamanan dan ketertiban lingkungan. Layanan ini bebas pulsa.

"Petugas kami pasti akan datang secepatnya melakukan penanganan," tegasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More