Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pelaku Perusakan SDN 3 Antiga Kelod Masih Misterius

Kab. Karangasem
3 min read
Pelaku Perusakan SDN 3 Antiga Kelod Masih Misterius
Polisi melakukan olah TKP kasus perusakan fasilitas sekolah di SDN 3 Antiga Kelod. (Istimewa/Polsek Manggis)
Rabu (2/9/2026)
Perusakan terjadi di ruang kelas VI dan ruang guru SD Negeri 3 Antiga Kelod. Delapan laptop sekolah rusak, dengan kerugian diperkirakan sekitar Rp50 juta.
Rabu (16/9/2026)
Polisi masih menyelidiki kasus dengan mencocokkan keterangan saksi dan kondisi TKP. Empat saksi telah diperiksa, tetapi belum ada tersangka yang ditetapkan.
kini
Kegiatan belajar mengajar kembali normal dan dua ruangan terdampak sudah digunakan. Polisi tetap melanjutkan penyelidikan dan memverifikasi petunjuk yang diperoleh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Karangasem, IDN Times - Kasus perusakan fasilitas di SD Negeri 3 Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Polisi belum menetapkan tersangka karena masih berupaya memastikan siapa pelaku di balik kerusakan sejumlah fasilitas sekolah tersebut.

Kapolsek Manggis, Kompol I Made Suadnyana, mengatakan penyelidikan masih terus dilakukan dengan mencocokkan keterangan saksi dengan kondisi tempat kejadian perkara (TKP).

"Kami mantapkan dulu sebelum betul-betul menetapkan tersangka, supaya tidak salah dalam mengambil langkah," ujar Suadnyana, Rabu (16/9/2026).

  1. 1. Empat saksi sudah diperiksa

    FB_IMG_1788428028075.jpg
    Polisi melakukan olah TKP kasus perusakan fasilitas sekolah di SD N 3 Antiga Kelod. (Istimewa/Polsek Manggis)

    Sejauh ini, polisi telah meminta keterangan dari empat orang saksi. Mereka berasal dari lingkungan sekolah, mulai dari guru hingga alumni yang diketahui sering berada di sekitar sekolah. Keterangan para saksi tersebut masih didalami dan disesuaikan dengan sejumlah temuan yang diperoleh petugas di lokasi kejadian.

    Polisi juga belum menutup kemungkinan memeriksa saksi tambahan. Petugas masih menelusuri warga di sekitar sekolah yang mungkin mengetahui aktivitas atau kejadian sebelum maupun saat perusakan berlangsung.

    "Untuk sementara, belum ada penambahan saksi yang diperiksa. Petugas masih mengecek sejumlah warga di sekitar sekolah untuk mencari informasi tambahan yang dapat membantu mengungkap kasus tersebut," jelasnya.

    Suadnyana menyebut polisi telah mendapatkan sejumlah petunjuk dalam penyelidikan. Namun, informasi tersebut belum dapat disampaikan ke publik karena masih harus diverifikasi.

    "Petunjuk belum bisa kami sampaikan. Kami masih sesuaikan dengan keterangan saksi. Tidak menutup kemungkinan ada saksi lain," katanya.

  2. 2. Belajar mengajar tetap berjalan

    IMG_1788428031369.jpg
    Polisi melakukan olah TKP kasus perusakan fasilitas sekolah di SD N 3 Antiga Kelod. (Istimewa/Polsek Manggis)

    Meski kasus perusakan belum terungkap, kondisi kegiatan belajar mengajar di SDN 3 Antiga Kelod dipastikan tetap berjalan normal. Polsek Manggis memberikan pendampingan untuk menjaga keamanan di lingkungan sekolah. Pembinaan juga dilakukan personel Binmas Polda Bali agar para siswa dan guru tidak dihantui rasa takut akibat kejadian tersebut.

    "Proses belajar mengajar tidak ada kendala. Dari Polsek memberikan pendampingan untuk keamanannya," ujar Suadnyana.

    Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas sekolah tetap berlangsung seperti biasa sembari polisi melanjutkan penyelidikan.

    Kondisi fisik sekolah juga mulai kembali normal. Dua ruangan yang sebelumnya terdampak perusakan sudah dapat digunakan kembali.

    Polisi telah menyelesaikan olah TKP dan garis polisi yang sebelumnya dipasang di lokasi juga telah dilepas.

  3. 3. Kerugian ditaksir Rp50 Juta

    FB_IMG_1788428034414.jpg
    Polisi melakukan olah TKP kasus perusakan fasilitas sekolah di SD N 3 Antiga Kelod. (Istimewa/Polsek Manggis)

    Perusakan di SD Negeri 3 Antiga Kelod diketahui terjadi pada Rabu (2/9/2026). Berdasarkan pemeriksaan awal, kerusakan terjadi di ruang kelas VI dan ruang guru.

    Sejumlah fasilitas sekolah menjadi sasaran. Salah satunya delapan unit laptop milik sekolah yang mengalami kerusakan. Total kerugian akibat perusakan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.

    Meski aktivitas sekolah telah kembali normal, polisi belum menghentikan penyelidikan. Petugas masih mendalami seluruh informasi yang diperoleh sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

    "Setiap informasi yang diperoleh akan terlebih dahulu diverifikasi sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk dalam menetapkan tersangka," tegas Suadnyana.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More