Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hari Baik Hindu Bali 16 September 2026, Saatnya Buat Alat Pancing

Kab. Gianyar
Hari Baik Hindu Bali 16 September 2026, Saatnya Buat Alat Pancing
Ilustrasi nelayan di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)
  • Rabu, 16 September 2026, kala caplokan dinilai baik untuk membuat alat penangkap ikan, seperti pancing, jala, jaring, bubu, serta bahan umpan.
  • Sejumlah aktivitas dianjurkan, termasuk menanam tanaman buah, membuat anyaman, memulai usaha, membuka lahan pertanian, serta membuat alat berjualan dan pahat.
  • Hari ini baik untuk menyimpan atau menanam padi, tetapi tidak dianjurkan berbelanja, memulai ternak, menikah, membangun rumah, meminjam, maupun jual beli beras.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Rahajeng semeng semeton sareng sami (Selamat pagi teman-teman semuanya). Semoga kabar baik dan sehat selalu ya. Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali yang menyambutmu pada Rabu, 16 September 2026.

Mengawali hari ini, ada ramalan kala caplokan yang baik untuk membuat alat-alat penangkap ikan. Mulai dari pancing (kail), jala, jaring, bubu, serta bahan untuk umpan. Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini. 

  1. 1. Tidak baik berbelanja

    ilustrasi belanja (IDN Times/Arief Rahmat)
    ilustrasi belanja (IDN Times/Arief Rahmat)

    Asuasa artinya mengandung sifat boros sehingga tidak baik untuk berbelanja dan tidak baik untuk dewasa ayu. Kala bangkung, kala nanggung adalah hari yang tidak baik untuk mulai memelihara ternak. 

    Carik walangati adalah hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. Kajeng rendetan artinya baik untuk menanam tumbuhan yang menghasilkan buah. 

  2. 2. Baik membuat anyaman

    Kamirin menunjukkan salah satu karya anyaman bambu buatannya, dengan beragam kerajinan bambu tersusun di area kerja.
    Kamirin saat menunjukkan karya anyaman bambu lain. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

    Kajeng susunan artinya baik untuk membuat anyaman atau sejenisnya. Kala ingsor adalah hari yang mengandung sifat/tanda-tanda mengecewakan.

    Kala olih adalah hari baik untuk memulai suatu usaha. Namun, tidak baik untuk membuat terowongan, sumur, dan mulai membajak. 

    Pepedan merupakan hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. 

  3. 3. Baik menyimpan padi di lumbung

    Petani membersihkan gulma di sawah padi Desa Songak, Lombok Timur, di antara hamparan tanaman padi yang tumbuh.
    Petani di desa Songak Lotim saat membersihkan gulma padi (IDN Times/Ruhaili)

    Srigati adalah hari baik untuk menyimpan padi di lumbung dan menurunkan padi dari lumbung. Srigati munggah adalah hari baik untuk membibit atau menanam padi.

    Hari ini juga baik untuk membuat alat-alat berjualan, membuat pahat, menyimpan padi atau upacara padi di lumbung. Namun, tidak baik meminjam sesuatu dan menjual beli beras.

    Salah wadi artinya tidak baik untuk melakukan upacara  Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Pararasan: Aras Kembang, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Buat Suka, Pratiti: Wedana.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More