Waspada Gelombang Tinggi 6-19 September 2026 di Bali, Capai 4 Meter

- BMKG Denpasar memperingatkan gelombang 2,5-4 meter pada 16-19 September 2026 di Perairan Selatan Bali dan Selat Lombok bagian selatan.
- Gelombang 1,25-2,5 meter juga berpotensi terjadi di Selat Bali selatan, Selat Badung, serta Selat Lombok utara, berisiko bagi perahu nelayan dan tongkang.
- Angin timur-selatan berkecepatan 6-25 knot menyertai potensi air maksimum di sejumlah pesisir Bali; arus tertinggi tercatat di Selat Lombok selatan hingga 3,92 knot.
Denpasar, IDN Times - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan gelombang tinggi 2,5 - 4 meter rentang 16 - 19 September 2026. Potensi tersebut terjadi di Perairan Selatan Pulau Bali, dan Selat Lombok Bagian Selatan.
Kondisi tersebut berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter, dan kapal Feri dengan kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.
Sementara itu, ketinggian gelombang laut dapat mencapai 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung dan Selat Lombok bagian Utara. Kondisi tersebut diungkap berisiko untuk perahu nelayan pada kecepatan angin 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, serta kapal tongkang dengan kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.
Pada rentang tersebut, pola angin di wilayah Perairan Utara dan Selatan Bali bergerak dari arah Timur - Selatan dengan kecepatan 6 - 25 knot. Beberapa wilayah berpotensi mengalami ketinggian air maksimum diantaranya pesisir Selatan Kabupaten Jembrana, pesisir Selatan Kabupaten Tabanan, pesisir Kabupaten Badung, pesisir Kota Denpasar, pesisir Kabupaten Gianyar dan pesisir Selatan Kabupaten Klungkung.
Pada 16 September 2026 kecepatan arus di Perairan Utara Pulau Bali 0,82 - 0,92 kt; Selat Badung 1,55 - 2,88 kt; Selat Bali bagian Selatan 0,87 - 1,00 kt; Perairan Selatan Pulau Bali 1,48 - 2,57 kt; Selat Lombok bagian Utara 1,30 - 2,25 kt; dan Selat Lombok bagian Selatan 1,90 - 3,92 kt.




















