Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bupati Tabanan Punya Ide Kos-kosan Jadi Tempat Isolasi OTG, Gimana?

Bupati Tabanan Punya Ide Kos-kosan Jadi Tempat Isolasi OTG, Gimana?
Default Image IDN
Share Article

Tabanan, IDN Times - Untuk meminimalisir pembiayaan dalam hal pembayaran sewa tempat isolasi pasien COVID-19 kategori Orang Tanpa Gejala-Gejala Ringan (OTG-GR), Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, membuat ide baru. Yaitu memanfaatkan kos-kosan di Kabupaten Tabanan sebagai tempat isolasi terintegrasi OTG-GR COVID-19.

Meskipun baru sebatas ide, tetapi sudah ada pro kontra di antara pengusaha kos-kosan. Mereka ada yang mendukung dan juga keberatan jika kebijakan itu diberlakukan.

1. Kos-kosan dipilih untuk meminimalisir biaya isolasi dan membantu pengusahanya juga

Pexels.com/Daria Shevtsova
Pexels.com/Daria Shevtsova

Sanjaya menilai, kos-kosan dipilih untuk meminimalisir biaya isolasi di hotel. Selain itu juga untuk membantu perputaran ekonomi pengusaha kos-kosan lokal, terutama yang masih kosong.

"Ini baru ide saya dan rencananya akan dibahas bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan dan kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Dengan memanfaatkan kos-kosan sebagai tempat isolasi pasien OTG-GR ini bertujuan untuk meminimalisir biaya dan jarak tempuh ke hotel terintegrasi. Sekaligus membantu pemilik kos-kosan lokal di Tabanan. Jadi nanti ada pendapatan buat mereka,” ujarnya ketika memantau vaksinasi jurnalis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan, Senin (1/3/2021) lalu.

Isolasi pasien OTG-GR di kos-kosan ini rencananya akan melibatkan desa dinas dan desa adat. Karena biaya konsumsinya akan diatur oleh desa dinas dan desa adat dengan melibatkan pecalang.

“Jadi ini yang disebut dengan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berskala mikro, betul-betul dari desa dan untuk desa," katanya.

2. Dinas Kesehatan Tabanan masih menunggu keputusan dari pimpinan terkait ide ini

Ilustrasi isolasi terpusat. (Dok.IDN Times/Istimewa)
Ilustrasi isolasi terpusat. (Dok.IDN Times/Istimewa)

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr Nyoman Suratmika, masih menunggu keputusan dari pimpinan atas ide dari Bupati Tabanan tersebut.

“Kami menunggu kebijakan pimpinan. Jadi kalau sudah fix terlaksana, kami dari pihak Dinas Kesehatan tinggal mengirimkan pasien OTG-GR ke kos-kosan yang ditentukan," jelas Suratmika, Rabu (3/3/2021).

3. Begini reaksi pengusaha kos-kosan di Tabanan atas ide Bupati tersebut:

default-image.png
Default Image IDN

Pengusaha kos-kosan di wilayah Kecamatan Kediri, Ngurah Arya, menyambut positif ide Bupati Tabanan tersebut. Hanya saja ketika ide itu menjadi kebijakan dan berjalan, harus dilakukan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan COVID-19.

Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) COVID -19 Tabanan juga diminta aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar. Tujuanya agar masyarakat sekitar tidak merasa takut karena kos-kosan di dekatnya akan dijadikan sebagai tempat isolasi.

“Saya pribadi menyambut positif ide ini, karena membantu perputaran eknomi di desa. Namun pelaksanaan harus sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19,” terangnya.  

Sementara pengusaha kosan di Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Putu Ayu Juniati, mengaku keberatan. Ia menilai kosan tidak tepat jika dijadikan sebagai tempat isolasi OTG-GR.

"Kosan itu tempat bermukim. Sementara kalau hotel itu tempat tinggal sementara. Jadi menurut saya lebih tepat dilaksanakan di hotel," ungkap Juniati.

Terlebih sebagai pemilik, ia harus datang secara rutin untuk bersih-bersih atau sembahyang di Padmasana kos-kosan.

"Tentunya akan timbul tidak nyaman."

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
Ni Ketut Wira Sanjiwani
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani

Latest News Bali

See More

Daftar Harga Beras dan Pangan di Bali Hari Ini, 4 Juni 2026

04 Jun 2026, 12:21 WIBNews