Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 25 Maret 2026, Saatnya Potong Rambut

Hari Baik Menurut Hindu Bali 25 Maret 2026, Saatnya Potong Rambut
ilustrasi potong rambut (pixabay.com/jacqueline macou)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Kalender Bali Digital mencatat 25 Maret 2026 sebagai hari cintamanik yang baik untuk upacara potong rambut, namun tidak disarankan untuk rapat atau kegiatan yadnya.
  • Beberapa hari seperti kala buingrau dan kala katemu memiliki makna berbeda, masing-masing baik untuk memuja leluhur serta aktivitas berburu atau pertemuan.
  • Hari kamajaya dianggap baik untuk menikah dan membangun, sedangkan kala bangkung dan lebur awu tidak disarankan untuk memelihara ternak atau melangsungkan pernikahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sebelum memulai aktivitas, ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali berdasarkan Kalender Bali Digital untukmu. Mengawali Rabu, 25 Maret 2026 ada hari cintamanik yang baik untuk melakukan upacara potong rambut.

Sementara itu, dadig krana adalah hari baik untuk menanam tebu dan mentimun. Namun, tidak baik untuk upacara atau yadnya, mengadakan pertemuan (rapat), dan bersenggama. Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

1. Baik memuja leluhur

Ilustrasi merajan atau tempat persembahyangan di setiap rumah umat Hindu di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi merajan atau tempat persembahyangan di setiap rumah umat Hindu di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Kala buingrau adalah hari baik untuk menebang kayu, membuat bubu, memuja pitra atau leluhur. Namun, tidak baik untuk membangun dan mengatapi rumah.

Kala katemu merupakan hari baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, dan mengadakan pertemuan. 

2. Baik untuk menikah

ilustrasi menikah di Bali (unsplash.com/Khamkéo)
ilustrasi menikah di Bali (unsplash.com/Khamkéo)

Kamajaya merupakan hari baik untuk dewasa atau pelaksanaan pernikahan, membangun, membuat alat-alat perang, mulai belajar dan berlatih.

Kala kutila adalah hari baik untuk mulai pekerjaan yang menggunakan api. Kaleburau  merupakan hari yang tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Namun, tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben.

3. Tidak baik memelihara ternak

Ilustrasi ternak ayam. (unsplash.com/Ben Moreland)
Ilustrasi ternak ayam. (unsplash.com/Ben Moreland)

Kala bangkung dan kala nanggung adalah hari yang tidak baik untuk mulai memelihara ternak. Lebur awu artinya hari yang tidak baik melakukan upacara wiwaha/pernikahan, pertemuan, membangun dan mengatapi rumah. 

Pada hari lebur awu baik untuk membangun irigasi. Pararasan: Aras Kembang, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Tininggalin Suka, Pratiti: Jati.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Bali

See More