Pendiri Rumah Sanur Berpulang, Ratusan Kerabat Mengantar Kepergiannya

Denpasar, IDN Times - Satu per satu kerabat, sahabat Pendiri atau Co-Founder Rumah Sanur Creative Hub, (alm) Arif "Ayip" Budiman, datang dan mendoakan Ayip di rumah duka Jalan Wijaya Kusuma Nomor 44/48, Denpasar, Senin, (9/3) pagi. Kesedihan begitu tampak di wajah mereka, masih tak menyangka sosok yang begitu banyak berkontribusi untuk seni dan budaya di Bali, berpulang begitu cepat.
Ayip Budiman, Deputi Litbang Indonesia Creative Cities Network (ICCN) itu meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Puri Raharja, Denpasar pada pukul 22.00 Wita, Minggu (8/3). Pada malam itu juga langsung dimandikan di Masjid At Taqwa Kepolisian Daerah (Polda) Bali, Jalan WR Supratman Nomor 19, Dangin Puri Kangin, Denpasar.
Begitu mendengar kabar duka itu, sejumlah seniman, musisi, maupun jurnalis langsung datang ke Polda Bali, turut menyaksikan prosesi tersebut. Jenazah dibawa ke rumah duka pada pukul 07.00 Wita.
1. Ayip yang sebelumnya tampak sangat sehat, mengalami serangan jantung

Menjelang pukul 10.00 Wita, semakin banyak kerabat yang datang, mereka menunggu di depan rumah dan halaman depan, turut mengantar jenazah untuk dimakamkan di Kampung Jawa Jalan Maruti Nomor 13, Denpasar. Mulanya pemakaman direncanakan akan berlangsung sekitar pukul 13.00 Wita, namun kemudian dimajukan. Jenazah diberangkatkan dari rumah duka sekitar pukul 10.20 Wita.
"Rencananya memang siang, tapi ternyata Ibu Kang Ayip tiba di Bali dari Jakarta pagi, sekitar jam 08.00. Awalnya dikira akan tiba siang. Jadi memang sengaja menunggu Ibu," tutur fotografer Vifick Bolang.
Vifick menceritakan kronologi bagaimana serangan jantung merenggut nyawa Ayip. "Aku dengar dari istri Kang Ayip juga. Jadi awalnya sempat lama katanya di toilet. Tumben lama. Nah setelah ke luar dari toilet, langsung duduk sambil pegang HP. Tapi kemudian ditemukan sudah pingsan dan HP-nya jatuh tergeletak di bawah," imbuhnya.
Kepergian Ayip pun terbilang sangat cepat. Saat langsung dibawa ke di Rumah Sakit (RS) Puri Raharja, Denpasar, tidak lama kemudian dikabarkan nyawanya tak tertolong. Dikabarkan pula bahwa sebelumnya, sekitar dua tahun lalu, Ayip mengalami sakit yang berkaitan dengan jantung.
2. Sosok yang selalu support seniman muda

Seorang kerabat, Gek Ami, istri ilustrator Monez, juga menyampaikan rasa dukanya akan kehilangan seorang sahabat yang memberikan banyak dukungan untuk seniman-seniman muda.
"Terakhir saya ketemu di acara UNESCO, masih sehat sekali, walau dalam dua bulan terakhir memang kelihatan agak kurang fit. Tapi tak menyangka secepat ini, silent killer sekali serangan jantung ini," tuturnya.
"Kang Ayip sangat men-support anak-anak muda untuk berkembang. Ya, Monez termasuk yang kena sentuhan Kang Ayip," tambahnya.
Selain rekan seniman, tampak juga sutradara Erick Est, pendiri Taman Baca Kesiman Agung Alit, arsitek Popo Danes, musisi dan penulis Ayu Weda, termasuk rekan sesama pegiat coworking space Faye. Para pekerja kreatif itu merasa sangat kehilangan kawan, yang pemikiran dan ide-idenya cukup banyak memantik kreativitas anak muda Bali.
3. Disemayamkan di Kampung Jawa Denpasar

Sekitar pukul 10.20 Wita, jenazah Ayip diberangkatkan dari rumah duka dan disemayamkan di Kampung Jawa, Jalan Maruti Nomor 13, Denpasar. Para kerabat juga turut mengantar kepergian Ayip yang jasa-jasanya tidak akan pernah dilupakan.
Di bawah arahan Ayip dan tim kreatifnya, Rumah Sanur menjadi salah satu oase yang mampu menjawab dahaga anak-anak muda, akan berbagai gelaran seni budaya maupun sastra. Ayip meninggalkan jejak yang begitu berharga. Selamat jalan Kang Ayip, doa terbaik kami.



















