Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenal Apa Itu Otonan, Ulang Tahun ala Hindu di Bali

Mengenal Apa Itu Otonan, Ulang Tahun ala Hindu di Bali
Ilustrasi sesajen untuk otonan. (Yuko Utami/IDN Times)

Ulang tahun adalah perayaan spesial sebagai bentuk bertambahnya usia. Setiap tahun usia bertambah setahun sekali. Bali mengenal istilah otonan. Sederhananya dapat bermakna sebagai ulang tahun ala umat Hindu di Bali. Berikut ulasannya lebih lengkap.

1. Apa itu otonan?

Ilustrasi merajan atau tempat persembahyangan di setiap rumah umat Hindu di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi merajan atau tempat persembahyangan di setiap rumah umat Hindu di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Otonan adalah upacara dalam agama Hindu di Bali sebagai bagian dari perayaan ulang tahun seseorang menurut kalender Bali. Upacara ini dilakukan sebagai bentuk syukur atas kehidupan, dan untuk mendapatkan berkah dari Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa.

Berlangsungnya proses otonan kepada seseorang adalah sarana untuk mengevaluasi diri secara spiritual maupun sosial.

2. Siapa saja yang dapat melangsungkan otonan?

Ilustrasi canang. (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi canang. (IDN Times/Yuko Utami)

Adapun dalam upacara otonan, orang yang merayakan kerap disebut sebagai pamilu atau seseorang yang berulang tahun. Mereka akan berdoa dan memberikan sesajen kepada Tuhan, dewa, maupun leluhur. Otonan dilaksanakan setiap 6 bulan sekali berdasarkan penghitungan kalender Bali, terdiri dari 210 hari dalam satu siklus.

Cara mudah untuk mengetahui tanggal lahir kita berdasarkan kalender Bali di masa kini adalah dengan mengonversi tanggal berdasarkan kalender masehi melalui perhitungan kalender Bali digital. Sehingga akan ditemukan wuku, panglong, dan tahun saka

3. Apa saja sesajen untuk melaksanakan otonan?

Ilustrasi canang. (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi canang. (IDN Times/Yuko Utami)

Sesajen atau dalam Bahasa Bali disebut banten tentu dibutuhkan dalam otonan. Perayaan otonan juga harus dilandasi perasaan tulus dan ikhlas sesuai dengan kemampuan masing-masing umat Hindu.

Sesajen yang biasanya berupa peras dan penyeneng tataban sebagai sarana penyampaian kepada Tuhan maupun leluhur, bahwa yang sedang berulang tahun merayakan bersama dengan penuh suka cita.

Share
Topics
Editorial Team
Ni Komang Yuko Utami
Irma Yudistirani
Ni Komang Yuko Utami
EditorNi Komang Yuko Utami
Follow Us

Latest News Bali

See More

Mantan PMI Bali Sukses Mengembangkan Usaha Mandiri

02 Apr 2026, 21:15 WIBNews