Kunjungan Wisatawan Turun, Kenaikan Tiket Tanah Lot Ditunda

- Kunjungan wisatawan asing ke Tabanan turun 30 persen pada awal 2026 dibanding tahun sebelumnya, dipengaruhi konflik Timur Tengah dan kenaikan harga BBM yang memicu mahalnya tiket pesawat.
- Faktor lokal seperti kemacetan parah di jalur menuju Tanah Lot serta masalah sampah di destinasi pantai turut memperburuk minat wisatawan berkunjung ke wilayah Tabanan.
- Pemkab Tabanan menunda kenaikan harga tiket masuk Tanah Lot hingga tahun depan sambil memperkuat promosi dan mengembangkan destinasi alternatif untuk menjaga sektor pariwisata tetap hidup.
Tabanan, IDN Times - Selama tiga bulan pertama 2026, jumlah kunjungan wisatawan asing (wisman) ke Kabupaten Tabanan mengalami penurunan hingga 30 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025.
Penurunan kunjungan wisatawan ini membuat kenaikan harga tiket Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, yang seharusnya dilaksanakan 1 April 2026 ini, ditunda.
"Ya ditunda dulu. Rencananya kenaikannya akan dilaksanakan tahun depan," kata Kepala Dinas Pariwisata Tabanan, AA Ngurah Agung Satria Tenaya, Kamis (2/4/2026).
1. Konflik Timur Tengah termasuk penyebab penurunan wisatawan

Berdasarkan data Januari–Februari 2026, total kunjungan wisatawan di Tabanan mencapai 350.517 orang. Jumlah ini merosot tajam dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yakni 463.371 orang.
Tenaya mengatakan, turunnya kunjungan ini satu di antara penyebabnya konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Selain konflik di Timur Tengah, harga tiket pesawat saat ini melonjak tajam akibat kenaikan harga BBM. Sehingga wisatawan mulai berpikir untuk bepergian menggunakan pesawat," katanya.
2. Kemacetan dan isu sampah jadi faktor turunnya kunjungan

Tenaya melanjutkan, selain faktor global, persoalan lokal juga turut memengaruhi seperti antrean panjang di jalur penyeberangan Gilimanuk–Ketapang, serta kemacetan parah di kawasan Canggu, Kabupaten Badung menuju Tanah Lot yang bisa mencapai tiga jam, membuat sebagian wisatawan memilih membatalkan kunjungan.
Selanjutnya banyaknya sampah yang tidak tertangani di banyak destinasi, khususnya destinasi wisata pantai yang tidak ditangani secara maksimal, menurut Satria Tenaya juga menjadi penyebab wisatawan asing maupun domestik enggan berwisata ke Tabanan.
3. Pemkab menunda kenaikan harga tiket DTW Tanah Lot

Penurunan kunjungan wisatawan ini membuat Pemkab Tabanan menunda kenaikan harga tiket DTW Tanah Lot. Rencana penerapan kenaikan tiket akan dilaksanakan tahun depan sambil melihat situasi dan kondisi.
Sementara itu, untuk menarik wisatawan, Dinas Pariwisata Tabanan terus berupaya menjaga geliat sektor pariwisata dengan mengintensifkan promosi. Termasuk mendorong kunjungan ke destinasi alternatif guna menekan dampak penurunan wisatawan di awal tahun 2026.



















