Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kesehatan KKP Nusa Penida Pengaruhi Laut Dunia

Kesehatan KKP Nusa Penida Pengaruhi Laut Dunia
Aksi bersih sampah di dalam laut di KKP Nusa Penida (Dok.IDN Times/istimewa)
Intinya Sih
  • Nusa Penida ditetapkan sebagai Mission Blue Hope Spot karena keanekaragaman hayati lautnya yang penting secara global dan menjadi fokus aksi bersih laut memperingati Hari Laut Sedunia.
  • Kegiatan pembersihan melibatkan lebih dari 100 peserta muda, kapal pengumpul sampah terapung, serta 20 penyelam yang membersihkan area terumbu karang dan dasar laut dari berbagai jenis sampah.
  • Aksi ini menekankan edukasi lingkungan bagi generasi muda agar memahami dampak sampah plastik dan berperan aktif menjaga ekosistem pesisir, dengan dukungan kolaboratif pemerintah dan organisasi konservasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Nusa Penida, IDN Times - Nusa Penida merupakan bagian dari Coral Triangle, telah ditetapkan sebagai Mission Blue Hope Spot karena keanekaragaman hayati lautnya yang luar biasa dan memiliki arti penting secara global. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Coral Triangle Center (CTC), Rili Djohani, saat melakukan Nusa Penida Clean-Up Action yang diselenggarakan oleh CTC, 4ocean Foundation, dan Konsulat Jenderal Australia pada Sabtu lalu, 6 Juni 2026 dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia.

Kegiatan tersebut penting dilakukan di Nusa Penida bukan sekadar persoalan berapa banyak sampah yang dikumpulkan. Selama di Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Nusa Penida, kegiatan ini merupakan respons terhadap tantangan sampah laut yang terus mengancam ekosistem pesisir dan laut. Nusa Penida masih menghadapi permasalahan penumpukan sampah plastik dan berbagai jenis sampah lainnya di wilayah pesisir maupun habitat laut, khususnya saat musim angin barat.

"Apa yang terjadi di Nusa Penida tidak hanya berdampak bagi Bali atau Indonesia, tetapi juga terhadap kesehatan laut dunia. Kegiatan hari ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan upaya kolaboratif yang menghubungkan konservasi pesisir, laut, dan bawah laut dengan edukasi serta keterlibatan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan pembersihan sampah juga dilakukan di bawah laut

Nusa Penida
Kawasan Perairan Nusa Penida (IDN Times/Ayu Afria)

Berbeda dari kegiatan bersih pantai pada umumnya, inisiatif ini mengusung pendekatan terintegrasi yang menjangkau tiga ekosistem yang saling terhubung, mulai dari pesisir, permukaan laut, hingga bawah laut. Lebih dari 100 peserta muda terlibat dalam aksi bersih pantai bersama masyarakat dan pelaku pariwisata dengan mengumpulkan serta memilah sampah di area pesisir.

Tim 4ocean Foundation mengerahkan beberapa kapal di laut untuk mengumpulkan sampah terapung yang kerap luput dari kegiatan pembersihan di daratan. Sedangkan 20 penyelam dari operator selam dan komunitas penyelam Nusa Penida turut berpartisipasi dalam aksi bersih bawah laut dengan mengangkat sampah dari area terumbu karang dan dasar laut yang menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut.

Generasi muda diharapkan semakin bertanggung jawab terhadap lingkungan

Nusa Penida
Edukasi kelautan kepada siswa di Nusa Penida (IDN Times/Ayu Afria)

Selain aksi pembersihan, kegiatan juga menitikberatkan pada peningkatan pemahaman peserta mengenai dampak pencemaran plastik terhadap lingkungan laut. Generasi muda dan masyarakat diedukasi mengenai sampah plastik di laut, praktik pemilahan sampah yang benar, serta pentingnya menjaga keterhubungan ekosistem mangrove, padang lamun, dan terumbu karang.

Melalui sesi tersebut, para pelajar dan kelompok pemuda didorong untuk menjadi agen perubahan yang dapat menyebarluaskan pesan konservasi laut di sekolah maupun komunitas mereka, sekaligus memperoleh pengetahuan praktis mengenai pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

"Pada dasarnya pendidikan menegnai kelautan untuk anak-anak itu sudah diberikan ya dari SD, SMP. Sedangkan contoh nyata kan kemungkinan tidak semua mendapatkan pendidikan yang nyata. Praktik langsung dilapangan," ungkap Direktur Operasional 4ocean Foundation Bali, Andi Rachmansyah.

KKP Nusa Penida perlu dilindungi bersama

Nusa Penida
Kawasan Perairan Nusa Penida (IDN Times/Ayu Afria)

Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (P3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ahmad Aris, menegaskan bahwa menjaga laut Indonesia membutuhkan tanggung jawab dan aksi bersama dari seluruh elemen masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada terciptanya lingkungan pesisir dan laut yang lebih bersih di Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida, sekaligus menghasilkan data dan pembelajaran yang bermanfaat bagi upaya pengelolaan sampah laut di masa mendatang.

"Perubahan yang berarti hanya dapat terwujud ketika pemerintah, masyarakat, institusi pendidikan, dunia usaha, dan organisasi konservasi bekerja bersama untuk melindungi laut serta memastikan masa depan yang lebih sehat bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani

Latest News Bali

See More