Harga di Pasar Galiran Klungkung Dipantau, Antisipasi Penimbunan Sembako

- Polisi Klungkung memantau harga di Pasar Galiran untuk mencegah pedagang menaikkan harga atau menimbun sembako akibat fluktuasi rupiah dan kenaikan Pertamax.
- Hasil pemantauan menunjukkan harga kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng masih stabil tanpa lonjakan signifikan di pasar tradisional Klungkung.
- Beberapa komoditas hortikultura seperti cabai merah dan bawang merah justru mengalami penurunan harga, menandakan kondisi pasar tetap terkendali hingga pertengahan Juni 2026.
Klungkung, IDN Times Bali – Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta kenaikan harga Pertamax juga menjadi perhatian aparat kepolisian di Kabupaten Klungkung. Polisi khawatir kondisi tersebut dimanfaatkan oknum pedagang untuk menaikkan harga kebutuhan pokok secara tidak wajar.
Untuk mengantisipasi hal itu, Unit Binmas Polsek Klungkung melakukan pemantauan langsung ke Pasar Galiran, Rabu (10/6/2026). Selain mengecek perkembangan harga kebutuhan pokok, petugas juga memberikan imbauan kepada pedagang agar tidak mengambil keuntungan berlebihan di tengah situasi ekonomi yang dinamis.
Kanit Binmas Polsek Klungkung, IPTU I Wayan Suparta mengatakan, pihaknya mengajak seluruh pedagang untuk bersama-sama menjaga stabilitas ekonomi di tingkat lokal.
"Kami melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di tengah dinamika ekonomi saat ini. Kami juga mengajak seluruh pedagang untuk bersama-sama menjaga stabilitas ekonomi di lingkungan masing-masing," ujarnya.
1. Aparat waspadai pedagang menimbun kebutuhan pokok

Tak hanya soal harga, polisi juga mengingatkan agar tidak ada praktik penimbunan barang kebutuhan pokok. Menurutnya, tindakan tersebut dapat merugikan masyarakat dan berpotensi memicu gejolak harga di pasaran.
Polsek Klungkung meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan indikasi penimbunan maupun praktik perdagangan yang merugikan konsumen.
"Jangan memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga secara tidak wajar ataupun melakukan penimbunan barang. Jika ada warga menemukan praktik-praktik seperti itu, harap melapor ke kepolisian," tegas Suparta.
2. Harga kebutuhan pokok masih relatif stabil

Sementara itu, berdasarkan data pemantauan harga yang dilakukan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Klungkung pada Selasa (9/6/2026), belum terlihat adanya lonjakan signifikan pada harga kebutuhan pokok di Pasar Galiran.
Mayoritas komoditas masih dijual dengan harga yang relatif stabil. Beras premium bertahan di angka Rp16 ribu per kilogram, beras lokal Rp13.500 per kilogram, dan beras SPHP Rp11.600 per kilogram. Harga gula pasir juga masih berada di level Rp18 ribu per kilogram.
Kelompok minyak goreng pun belum mengalami perubahan harga. Minyak curah dijual Rp18.800 per liter, minyak kemasan premium Rp21 ribu per liter, Minyak Kita Rp15.700 per liter, dan minyak merek Risky Rp19 ribu per liter.
3. Cabai dan bawang merah justru turun

Di tengah kekhawatiran kenaikan harga, sejumlah komoditas hortikultura justru menunjukkan tren penurunan. Cabai merah besar dan cabai merah keriting sama-sama turun dari Rp50 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram.
Harga bawang merah asal Kintamani juga terkoreksi dari Rp45 ribu menjadi Rp43 ribu per kilogram. Sementara bawang merah Bima masih bertahan di harga Rp50 ribu per kilogram.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi masih stabil di angka Rp110 ribu per kilogram. Daging ayam dijual Rp40 ribu per kilogram, sedangkan telur ayam broiler tetap Rp28 ribu per kilogram.
Kondisi serupa juga terjadi pada sektor perikanan. Harga ikan kembung, tongkol, tongkol pindang, hingga udang basah tidak mengalami perubahan dibandingkan pemantauan sebelumnya.
Secara umum, harga kebutuhan pokok di Pasar Galiran hingga pertengahan Juni 2026 masih terkendali. Bahkan beberapa komoditas utama mengalami penurunan harga, sehingga belum terlihat dampak langsung dari fluktuasi ekonomi global terhadap pasar tradisional di Klungkung.


















