Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Populasi Ternak Babi di Tabanan Lampaui Kebutuhan Galungan

Populasi Ternak Babi di Tabanan Lampaui Kebutuhan Galungan
Ilustrasi ternak babi (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Populasi ternak babi di Tabanan mencapai 10.377 ekor dengan empat kecamatan utama sebagai sentra, memastikan pasokan daging cukup untuk perayaan Galungan dan Kuningan.
  • Meski stok mencukupi, populasi babi menurun dibanding enam bulan lalu akibat fluktuasi harga, minat peternak berkurang, serta keterbatasan lahan di beberapa wilayah.
  • Harga babi hidup diperkirakan naik dari Rp40 ribu menjadi Rp43–45 ribu per kilogram menjelang Hari Raya Galungan karena meningkatnya permintaan tahunan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tabanan, IDN Times - Kebutuhan akan daging babi di Bali umumnya mengalami peningkatan setiap Hari Raya Galungan dan Kuningan. Untuk di Kabupaten Tabanan sendiri, populasi ternak babi di Kabupaten Tabanan tercatat mencapai 10.377 ekor. Data Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan menunjukkan sejumlah kecamatan menjadi sentra peternakan babi yang berperan penting dalam menjaga pasokan daging bagi masyarakat selama perayaan hari besar umat Hindu tersebut.

Dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan ada empat kecamatan yang memiliki populasi ternak babi paling banyak yaitu Kecamatan Penebel, Kecamatan Baturiti, Kecamatan Marga dan Kecamatan Selemadeg Timur.

”Secara umum populasi dan ketersediaan ternak babi di Tabanan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Galungan dan Kuningan," ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Gde Eka Parta Ariana, Rabu (10/6/2026)

1. Populasi Ternak Babi di Kecamatan Penebel mencapai 3.627 ekor

Ilustrasi ternak babi (Dok.IDNTimes/Istimewa)
Ilustrasi ternak babi (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Adapun Kecamatan dengan populasi ternak babi terbanyak di Tabanan adalah Kecamatan Penebel dengan 3.627 ekor. Menyusul Kecamatan Baturiti sebanyak 2.005 ekor, Kecamatan Marga dengan populasi 1.630 ekor dan Selemadeg Timur dengan populasi 838 ekor.

Secara keseluruhan, kebutuhan babi menjelang Galungan dan Kuningan diperkirakan mencapai 4.759 ekor, sedangkan ketersediaan ternak babi siap potong di Tabanan mencapai 7.887 ekor. Artinya, Tabanan masih memiliki surplus sekitar 3.128 ekor.

2. Populasi ternak babi mengalami penurunan dibandingkan enam bulan sebelumnya

Ilustrasi ternak babi (Dok.IDNTimes/Istimewa)
Ilustrasi ternak babi (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Meski ketersediaan ternak babi siap potong di Tabanan mencukupi, Eka Parta mengakui jika populasi babi di Tabanan mengalami penurunan dibandingkan enam bulan sebelumnya. Kondisi itu dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari fluktuasi harga jual yang sempat anjlok hingga berkurangnya minat peternak untuk kembali memelihara babi dalam jumlah besar.

Selain itu, sejumlah wilayah juga menghadapi keterbatasan lahan peternakan. Di Kecamatan Kediri misalnya, alih fungsi lahan menyebabkan kapasitas pemeliharaan ternak tidak sebesar sebelumnya. Meski demikian, stok babi secara umum di Tabanan masih dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Galungan.

3. Harga jual babi hidup diprediksi naik

Ilustrasi foto ternak babi. (IDN Times/Istimewa)
Ilustrasi foto ternak babi. (Pexels.com/Mark Stebnicki)

Sementara itu harga jual babi hidup jelang Galungan diprediksi naik. Eka Parta mengatakan harga babi hidup saat ini masih berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram. Namun, mendekati Hari Raya Galungan, harga diprediksi naik menjadi Rp43 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.

“Kenaikan harga menjelang hari raya memang sudah menjadi pola yang terjadi setiap tahun. Dengan meningkatnya permintaan, harga babi diperkirakan berada pada kisaran Rp43 ribu sampai Rp45 ribu per kilogram,” ujarnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Bali

See More