Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rupiah Hari Ini Rp18.060, Harga Ban Mobil di Bali Tetap Naik

Rupiah Hari Ini Rp18.060, Harga Ban Mobil di Bali Tetap Naik
ilustrasi ban mobil (freepik.com/standret)
Intinya Sih
5W1H
  • Nilai tukar Rupiah sempat melemah hingga Rp18.261,85 pada 9 Juni 2026 sebelum menguat ke Rp18.060,85 pada 11 Juni 2026, memengaruhi berbagai sektor ekonomi di Bali.
  • Harga ban mobil di Bali naik sejak awal Mei 2026 dan akan kembali disesuaikan pada Juli 2026, sementara harga velg meningkat lebih lambat karena penurunan minat beli konsumen.
  • Harga perangkat audio mobil melonjak lebih dari 50 persen sejak awal tahun akibat isu kelangkaan komponen memori, membuat pelanggan enggan melakukan pembelian ulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Denpasar, IDN Times - Data grafik informasi kurs Bank Indonesia sejak 26 Mei 2026 hingga 10 Juni 2026, nilai tukar Rupiah terus melemah di angka Rp18.261,85 pada 9 Juni 2026.

Namun dalam dua hari terakhir, 10–11 Juni 2026, Rupiah mulai menunjukkan pemulihan atau kembali menguat, sehingga posisinya turun ke area Rp18.231,71 pada 10 Juni 2026; dan Rp18.060,85 pada 11 Juni 2026. Situasi ini memberikan dampak terhadap banyak sektor. Termasuk penjualan velg dan audio mobil hingga penghobi sepeda.

Karyawan toko spare part dan aksesori mobil di Kota Denpasar, Wibisono, mengatakan saat ini penjualan velg dan audio tidak begitu ramai karena banyak faktor yang memengaruhi di antaranya banyak kegiatan perayaan keagamaan di Bali sejak Mei 2026, dan nilai tukar rupiah.

Naik turunnya Rupiah ini memengaruhi harga ban mobil. Para supliernya sudah memberikan list harga terbaru yang akan diberlakukan pada Juli 2026 mendatang. Padahal kenaikan harganya sudah dilakukan sejak awal Mei 2026.

"Ban itu sudah pada ada kenaikan, sudah pada keluar price list baru semua itu. Tapi ya biasa kalau rutin sih ya setiap tahun itu ban tuh pasti ada kenaikan. Tapi ini udah rilis lagi baru," ungkapnya, pada Kamis (11/6/2026).

ilustrasi audio mobil (pexels.com/Mike Bird)
ilustrasi audio mobil (pexels.com/Mike Bird)

Sementara, kenaikan harga velg mobil tidak setajam ban. Penjualan velg variasi mobil mengalami penurunan karena konsumen lebih selektif. Banyak customer memilih membeli bagian-bagian yang penting, bukan aksesori. Biasanya bisa menjual 5-6 set setiap hari. Saat ini, penjualan velg maksimal hanya 3 set atau bahkan tidak ada sama sekali.

Lebih mengejutkan lagi adalah kenaikan harga barang audio seperti head unit, justru terjadi sejak awal tahun. Harga audio dari brand-brand yang basic naik hingga lebih dari 50 persen. Situasi ini dikeluhkan oleh pelanggannya yang memang melakukan repeat order.

"Kan dia kan pakai memori soalnya ya. Ada isu-isu kayak kelangkaan memori dan sebagainya. Itu setiap kali kita order itu pasti naik, lho. Jadi naiknya udah sampai 50 persen lebih ya. Gila itu," ungkapnya.

Wibisono berpendapat, menguatnya Rupiah hari ini tidak sepenuhnya memberikan keuntungan. Harga yang naik membuat customer tidak berani datang ke toko. Terutama harga velg maupun ban yang terus naik dan tidak pernah turun.

Share Article
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani

Latest News Bali

See More