Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pemprov Tegaskan Situasi Aman Usai Banyak Kasus Viral di Bali

Kota Denpasar
Pemprov Tegaskan Situasi Aman Usai Banyak Kasus Viral di Bali
Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama jajaran aparat negara (Dok. IDN Times)
Intinya Sih
5W1H
  • Pemprov Bali menggelar rapat koordinasi usai sejumlah kasus viral, termasuk klub lari WNA dan amuk massa pencuri ayam, serta menyatakan kondisi daerah tetap aman dan kondusif.
  • Gubernur Wayan Koster meminta publik membedakan dinamika media sosial dengan situasi nyata, sekaligus meningkatkan intensitas pengamanan sesuai tugas tiap lembaga.
  • Polisi menangani kematian pencuri ayam akibat pengeroyokan dengan lima orang diamankan; Pemprov juga akan mengimbau desa mencegah konflik adat dan mendalami kerentanan ekonomi Sidatapa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Denpasar, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengadakan rapat koordinasi dengan berbagai instansi dan aparat negara terkait situasi keamanan Bali. Rapat ini berlangsung setelah adanya berbagai kasus viral di media sosial (medsos).

Rentetan kasus viral yang terjadi di Bali seperti klub lari warga negara asing (WNA), dan main hakim sendiri pencuri ayam hingga tewas. Rapat koordinasi ini berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Kota Denpasar, pada Selasa (28/7/2026).

Gubernur Bali, Wayan Koster, menjelaskan dari hasil rapat bersama itu, kondisi Bali tergolong aman dan kondusif. Ia menekankan agar dapat membedakan dinamika media sosial dengan kenyataan yang terjadi.

“Hanya memang kita harus ya bisa membedakan ada dinamika di media sosial yang menjadi banyak pertanyaan-pertanyaan, sehingga seakan-akan Bali ini sesuatu yang terganggu dan sebenarnya tidak seperti itu adanya,” papar Koster kepada awak media.

Koster berkata, pihaknya telah mengevaluasi semua peristiwa yang terjadi, sehingga diputuskan untuk meningkatkan intensitas kegiatan pengamanan sesuai tupoksi di setiap lembaga. Ia menyinggung pernah ada komunitas WNA eksklusif di Bali berupa tempat tinggal.

“Kalau komunitas eksklusif sih menurut saya di Bali ini dulu pernah ada komunitas tempat tinggal, ternyata itu sudah tidak ada lagi. Nah, sekarang juga tidak ada,” klaim Koster.

Bagi Koster, aktivitas klub lari diperbolehkan selama tidak mengganggu ketertiban umum. Sementara itu, merespon kasus amuk massa pencuri ayam hingga tewas di kawasan Baturiti, Koster menjelaskan kasus itu telah ditangani pihak kepolisian. Termasuk mengimbau masing-masing desa agar tidak terbawa dalam potensi konflik adat.

“Saya akan berbicara dengan bendesa dan bendesa lainnya untuk memberi pemahaman kepada warganya untuk tidak lagi melakukan tindakan seperti itu,” tegas Gubernur Bali dua periode ini.

Sementara itu, kondisi desa korban amuk massa di Sidatapa, Kabupaten Buleleng, akan didalami lebih lanjut. Sebab, kawasan ini termasuk wilayah yang mengalami kerentanan ekonomi. Terkait itu, pihaknya akan membahas lebih dalam bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, dab pemkab lain yang mengalami kondisi serupa.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali, Daniel Adityajaya, mengatakan kasus pencuri ayam tewas diamuk massa sedang dalam penanganan pihak kepolisian. Sudah ada lima orang yang diamankan untuk proses lebih lanjut. 

“Itu bisa berkembang, intinya kita mencari dan mengumpulkan barang bukti untuk membuktikan bahwa terjadi perbuatan pengeroyokan yang menyebabkan mati,” jelas Daniel.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More