5 Perbekel dari Tabanan Lolos Seleksi Peacemaker Training 2025

Tabanan, IDN Times - Berdasarkan Pengumuman Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Nomor PHN-HN.04.03-452 Tentang Hasil Seleksi Peacemaker Training 2025, sebanyak 1.380 peserta dari total 2.173 pendaftar dinyatakan lolos seleksi tingkat kabupaten/kota.
Dari jumlah itu, Kabupaten Tabanan turut mencatat lima wakilnya yang berhasil lolos. Yaitu Perbekel Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan; Perbekel Desa Kebon Padangan, Kecamatan Pupuan; Perbekel Desa Penarukan, Kecamatan Kerambitan; Perbekel Desa Dalang, Kecamatan Selemadeg Timur; dan Perbekel Desa Buruan, Kecamatan Penebel.
Para perbekel yang lolos seleksi ini akan mengikuti rangkaian kegiatan nasional Peacemaker Justice Award 2025 yang bertujuan memperkuat peran kepala desa dan lurah sebagai agen perdamaian masyarakat.
1. Rangkaian Peacemaker Training akan dilaksanakan dalam dua gelombang

Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Tabanan, Gede Nyoman Mardiana, mengatakan rangkaian Peacemaker Training akan dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama pada 3–5 Juni 2025 dan gelombang kedua pada 11–13 Juni 2025. Seluruh peserta terpilih wajib mengikuti pelatihan ini sebagai prasyarat menuju tahap aktualisasi, yang menjadi bagian penting dalam penilaian seleksi lanjutan di tingkat provinsi dan nasional untuk meraih Peacemaker Justice Award 2025.
Mardiana menerangkan, kegiatan aktualisasi akan dilakukan oleh masing-masing kepala desa/lurah sebagai bentuk implementasi hasil pelatihan mereka sebagai Non-Litigation Peacemaker, dengan pendampingan dari pejabat fungsional penyuluh hukum atau pejabat lain yang ditunjuk oleh pemerintah.
"Fokus utamanya adalah menguatkan peran kepala desa dan lurah sebagai agen perdamaian serta mendukung penguatan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di desa/kelurahan," ujarnya, Selasa (3/6/2025).
2. Perwakilan Tabanan diharapkan berkontribusi nyata

Menurut Mardiana, Peacemaker Training 2025 merupakan strategi untuk membentuk kultur penyelesaian sengketa yang non-litigatif, dan mengedepankan nilai-nilai mediasi serta musyawarah.
"Ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat desa. Kami berharap utusan dari Tabanan bisa berkontribusi nyata dalam agenda nasional membangun agen-agen perdamaian berbasis desa,” ungkapnya.
3. Ilmu yang didapatkan diketoktularkan ke perbekel lain

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, berharap perbekel yang terpilih dapat mengikuti kegiatan ini sebaik-baiknya, menyerap seluruh materi pelatihan, dan mengimplementasikannya di wilayah masing-masing.
"Saya juga mendorong agar hasil dari pelatihan ini dapat diketoktularkan kepada seluruh perbekel lainnya di Kabupaten Tabanan, sebagai bagian dari upaya kolektif membangun masyarakat yang adil dan damai,” ujar Sanjaya.



















